Kasus Anak Stunting Masih jadi Masalah di Jakarta Timur

Pemkot Jakarta Timur masih berupaya menyelesaikan masalah anak stunting atau gangguan pertumbuhan secara fisik dan kemampuan intelektual anak

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-inlihat foto Kasus Anak Stunting Masih jadi Masalah di Jakarta Timur
Glocal Khabar
Ilustrasi Stunting. Kasus Anak Stunting Masih jadi Masalah di Jakarta Timur

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Pemkot Jakarta Timur masih berupaya menyelesaikan masalah anak stunting atau gangguan pertumbuhan secara fisik dan kemampuan intelektual anak.

Pada Rabu (10/3/2021) Pemkot Jakarta Timur menggelar rapat koordinasi lintas sektor guna membahas langkah menekan kasus anak stunting di 10 Kecamatan.

Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar mengatakan langkah ini diperlukan karena pada tahun 2019 kasus anak stunting di wilayahnya paling tinggi se-DKI.

"Tahun 2019 wilayah Jakarta Timur menduduki posisi tertinggi balita kerdil dengan kategori pendek sebanyak 4.857 anak balita, sedangkan kategori pendek sebanyak 5.628 anak balita," kata Anwar di Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (10/3/2021).

Meski tidak merinci jumlah kasus anak stunting pada tahun 2020 akumulasi di 10 Kecamatan wilayah Jakarta Timur, menurutnya stunting dipengaruhi sejumlah hal.

Di antaranya faktor kebersihan lingkungan, gagal tumbuh pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, dan rendahnya pengetahuan tentang kesehatan ibu dan anak.

Kondisi ini makin pelik karena hingga tahun 2020 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah rumah tangga miskin di Jakarta Timur paling banyak se-DKI.

Baca juga: Pemadam Kebakaran Kesulitan Memadamkan Api di Lapak Palet Kayu Kawasan Tambun Selatan

Baca juga: Aiptu Veronica Sampai Merinding saat Interogasi Ayah yang Tega Cabuli Putri Kandungnya di Koja

Baca juga: Gubernur Anies Baswesan Disebut Tak Tahu Anak Buahnya Beli Lahan Dp Nol Rp di Munjul

"Kita mendukung dalam memperjuangkan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya balita. Terlebih saat ini Jakarta Timur dijadikan pilot project (percontohan) penekanan dan pencegahan stunting," tuturnya.

Anwar menuturkan perlu peran seluruh Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) Pemkot Jakarta Timur guna menyelesaikan kasus anak stunting, bukan hanya Sudin Kesehatan.

Dia meminta seluruh jajarannya hingga tingkat paling bawah terlibat aktif dalam upaya penanganan dan pencegahan kasus stunting agar jumlah tidak terus bertambah.

"Bagaimana nantinya untuk dilakukan pemetaan, di mana saja penderita stunting untuk segera ditindaklanjuti. Untuk itu para Lurah dan Camat agar segera lakukan validasi data, artinya keseriusan kita dalam menekan stunting dapat terwujud," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved