Iwan Fals Ikut Komentari Konflik Partai Demokrat: Bagaimana Tanggapan Tuan Puan Sekalian?

Musisi Iwan Fals berkomentar mengenai konflik Partai Demokrat. Apa kata musisi senior itu?

Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Ratusan Kader padati depan Gedung DPP Partai Demokrat, Senin (8/3/2021). Musisi Iwan Fals turut berkomentar mengenai konflik Partai Demokrat. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Musisi Iwan Fals berkomentar mengenai konflik Partai Demokrat.

Konflik Partai Demokrat hingga saat ini tak kunjung mereda.

Bahkan kedua kubu yakni Kubu Moeldoko atau KLB Deliserdang dengan Kubu AHY atau Agus Harimurti Yudhoyono terus menuding satu sama lain.

Terbaru, kubu Moeldoko melalui Sekjen Jhoni Allen Marbun menilai adanya dinasti politik yang membuat kader partai berlambang bintang mercy itu menggelar KLB Deliserdang.

Sementara Kubu AHY menilai Kubu Moeldoko gagal move on.

Iwan Fals
Iwan Fals (Kompas.com)

Musisi senior Iwan Fals pun akhirnya mengomentari konflik Partai Demokrat.

Ia meminta followernya di twitter juga ikut menanggapi soal konflik tersebut.

Iwan Fals memprediksi konflik Partai Demokrat berujung pada keputusan pengadilan.

"Soal Partai Demokrat bagaimana tanggapan Tuan Puan sekalian, saya tak coba menyimak, walau mungkin ujung2nya pengadilan yg menentukan, tapi bolehlah berpendapat...tetap jaga PROKES nya," tulis Iwan Fals melalui akun @iwanfals, Kamis (11/3/2021).

Blak-blakan Jhoni Allen

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat versi KLB, Jhoni Allen Marbun, saat diwawancarai awak media perihal alasan memilih Moeldoko menjadi Ketum Demokrat versi KLB, di Rumah Moeldoko, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/3/2021).
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat versi KLB, Jhoni Allen Marbun, saat diwawancarai awak media perihal alasan memilih Moeldoko menjadi Ketum Demokrat versi KLB, di Rumah Moeldoko, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/3/2021). (TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat)

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat kubu Moeldoko, Jhoni Allen Marbun, buka suara soal alasan digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang.

Menurutnya, adanya dinasti politik di tubuh Partai Demokrat membuat dirinya dan sejumlah kader Demokrat menggelar KLB Deli Serdang.

Dinasti politik tersebut ada pada posisi ketua umum dan ketua majelis tinggi.

"AHY mengangkat dan memberhentikan Dewan Pimpinan Pusat, mengangkat dan memberhentikan Dewan Pimpinan Daerah, mengangkat dan memberhentikan Dewan Pimpinan Cabang," kata Jhoni di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/3/2021).

Menurut Jhoni Allen Marbun, AHY juga menentukan segala hal-hal yang strategis, kinerja, political will di dalam partai, di antaranya posisi wakil ketua umum, sekjen, dan seterusnya yang dinilainya sebagai pembantu ketua umum.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved