Breaking News:

Kuasa Hukum Rizieq Akan Daftar Judicial Review ke MK, Tak Terima Praperadilan Dipimpin Hakim Tunggal

Kuasa hukum Muhammad Rizieq Shihab, Alamsyah Hanafiah, bakal mengajukan judicial review ke MK setelah gugatan praperadilan yang diajukan gugur.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kuasa hukum Muhammad Rizieq Shihab, Alamsyah Hanafiah, bakal mengajukan judicial review ke MK setelah gugatan praperadilan yang diajukan gugur. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Kuasa hukum Muhammad Rizieq Shihab, Alamsyah Hanafiah, bakal mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) setelah gugatan praperadilan yang diajukan dinyatakan gugur.

Sidang putusan praperadilan atas penangkapan dan penahanan Muhammad Rizieq Shihab digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (17/3/2021).

"Jadi kita akan mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi," kata Alamsyah di lokasi.

Alamsyah menjelaskan, judicial review yang akan diajukan ke MK adalah terkait Hakim tunggal yang memimpin sidang praperadilan.

Kuasa hukum Rizieq Shihab, Alamsyah Hanafiah, seusai sidang putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (17/3/2021).
Kuasa hukum Rizieq Shihab, Alamsyah Hanafiah, seusai sidang putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (17/3/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

"Mengajukan judicial review kepada Mahkamah Konstitusi, uji materil tentang hak mengadili perkara praperadilan oleh Hakim tunggal," ujar dia.

Ia menyebut judicial review tersebut akan secepatnya didaftarkan ke MK.

"Secepatnya. Mungkin minggu depan kita daftar," ucap Alamsyah.

Baca juga: Masjid Bukan Hanya Jadi Tempat Ibadah, Jusuf Kalla: Bisa Difungsikan Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Melihat Rumitnya Proses Pembuatan Tas Eiger Sebelum Dipasarkan: Proses Panjang, Kualitas Teruji

Baca juga: Simak Bacaan Sholawat Nariyah, Berikut 4 Keutamaan yang Bisa Didapat Jika Membacanya

Menurut Alamsyah, jika sidang praperadilan dipimpin Hakim tunggal, maka keputusannya bersifat egois dan sesuka hati.

"Sesuka-suka dia menerjemahkan, karena putusan praperadilan adalah final. Tidak bisa dibanding, tidak bisa dikasasi. Jadi dia tidak berpikir nanti putusan saya dinilai oleh Hakim tinggi," ujar dia.

Halaman
1234
Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved