Sengketa Lahan di Pancoran, Pertamina Klaim Tak Pernah Kerahkan Ormas 

PT Pertamina membantah telah mengerahkan organisasi masyarakat (ormas) dalam persoalan sengketa tanah di Gang Pancoran Buntu II, Pancoran, Jaksel.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Suasana di Gang Buntu Pancoran II, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (18/3/2021). Warga dan massa diduga ormas sempat bentrok pada Rabu (17/3/2021) malam. PT Pertamina membantah telah mengerahkan organisasi masyarakat (ormas) dalam persoalan sengketa tanah di Gang Pancoran Buntu II, Pancoran, Jaksel. 

Sementara itu, kategori sedang yang luas bangunannya di atas 100 meter persegi menerima Rp 38 juta.

"Kalau yang di atas 300 meter persegi itu dapat Rp 60 juta," ungkap Lilik.

Baca juga: Dewi Perssik Murka Tak Diundang ke Pesta Nikita Mirzani, Nyai Disebut Cari Masalah: Musuhin Aja Nih

Baca juga: Dipaksa Mundur dari All England 2021, Wakil Indonesia Dapat Dukungan dari Malaysia dan Denmark

Baca juga: Jadwal One Piece 1008, Kurozumi Higurashi Menyamar Jadi Kozuki Oden untuk Balaskan Dendam Orochi

Dari 43 pemilik lapak di Gang Pancoran Buntu II, 28 di antaranya sudah menerima uang kerohiman, termasuk Ketua RT setempat.

"Sekarang berarti tinggal 15 yang belum terima," kata dia.

Ia menyebut perwakilan dari PT Pertamina berkali-kali membujuk warga agar mau menerima uang kerohiman.

Lilik mengatakan perwakilan dari PT Pertamina itu datang didampingi polisi.

"Awal-awal itu mereka (polisi) selalu datang, ya membantu lah programnya Pertamina yang uang kerohiman itu," kata Lilik.

"Dia (polisi) mendampingi, cuma kan ikut bicara juga. Itu polisi dari Brimob Kwitang kalau nggak salah," tambahnya.

Lilik menjelaskan, polisi yang mendampingi perwakilan Pertaminan itu mengenakan seragam Brimob lengkap dengan sepatu PDL.

"Dia bawa 'si bongkok', senjatanya dia," ujar dia.

Warga Gang Pancoran Buntu II dan PT Pertamina memang tengah memiliki persoalan sengketa lahan seluas 5,1 hektare. 

Sengketa lahan itu pun sudah dua kali berujung bentrok. Terbaru, bentrokan terjadi pada Rabu (17/3/2021) malam.

Baca juga: Peziarah Masjid Luar Batang Turun Drastis Saat Pandemi: Biasanya 1.000, Kini Hanya 200 Orang Sehari

Lilik mengungkapkan, mulanya warga melihat sejumlah orang tak dikenal yang diduga organisasi masyarakat (ormas) memasuki lahan sengketa.

"Itu jam 21.00 WIB. Masuknya itu nggak langsung bergerombol, satu-satu masuk. Tahu-tahu sudah ramai di depan," kata Lilik di lokasi, Kamis (18/3/2021).

Melihat hal itu, warga berupaya mendorong keluar sekelompok orang diduga ormas tersebut.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved