Orderan Ojek Online Sepi saat Pandemi, Samsudin Beralih Jadi Tukang Cuci Kloset Kamar Mandi
Samsudin, warga Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jaktim banting setir dari driver ojek online dengan membuka usaha jasa cuci closet
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA TIMUR - Pria bernama Samsudin (45), warga Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur banting setir dari driver ojek online ( ojol ) dengan membuka usaha jasa cuci closet kamar mandi.
Semua itu bermula ketika pandemi Covid-19 yang berlangsung lebih dari setahun, mengakibatkan orderan ojol-nya sepi kostumer.
TONTON JUGA
"Dari semenjak pandemi aja si, awalnya saya narik ojol, cuma gara-gara covid kan susah nggak ada orderan," kata Samsudin ditemui dikediamannya, Jumat (19/3/2021).
Pria asli betawi ini kemudian tidak putus asa, dia yang kerap bergaul di masjid dekat kediamannya sempat bincang-bincang dengan sesama jemaah.

"Pertama saya diajak, ada teman saya kita biasa ngobrol-ngobrol kalau pas ketemu di masjid, dia ngajak saya buat jadi kuli jasa cuci closet," ucapnya.
Tawaran itu lantas tidak ditolak, rekannya yang semula memiliki usaha event organizer (EO) itu kebetulan sepi job karena dampak Covid-19.
Dia beralih membuka usaha jasa cuci closet dengan memanfaatkan relasi beberapa perusahaan, menjadi vendor untuk tanggung jawab kebersihan kamar mandi perkantoran.
Baca juga: Selain Madu dan Lemon, 6 Ramuan Tradisional Ini Juga Ampuh Hilangkan Kutil Secara Alami
Baca juga: Bukan Cuma Pengendara, Operasi Knalpot Bising di Depok Juga Bakal Sasar Para Penjual
Baca juga: Ratusan Simpatisan Rizieq Shihab Tetap Datangi PN Jakarta Timur Meski Sidang Digelar Virtual
"Teman saya ini punya EO dulunya, ngobrol-ngobrol lah di masjid, 'pak Samsudin mau gak ikut saya kerja', saya tanya, ' kerja apa?', terus dia jawab 'cuci closet'," ucapnya.
Dari ikut temannya itu, Samsudin hanya dibayar Rp78.000 per hari.
Namun, dia mengaku tetap bahagia lantaran masih memiliki penghasilan dibanding mengandalkan ojol yang tak tentu.
TONTON JUGA
"Saya cuma sebentar waktu itu ikut teman, pas saya pelajarin caranya yauda akhirnya saya milih buka jasa sendiri aja," tutur Samsudin.
Setelah membuka usaha sendiri, Samsudin mencoba memasarkan jasanya dengan cara membuat selebaran, memposting di media sosial Facebook hingga membuka papan iklan di pinggir jalan.
Papan iklan di pinggir jalan ini bukan berarti dia memasang spanduk atau reklame, melainkan berdiri di pinggir jalan sambil membawa papan bertuliskan 'Jasa Cuci Closet Kamar Mandi'.

"Awal-awal saya naik motor, pakai papan berdiri aja dipinggir jalan, saya tulis juga nomor HP (ponsel) saya," ucapnya.
Upaya memasarkan usaha jasa cuci closetnya kini mulai memuai hasil, ia rupanya kerap disambangi pengendara yang kebetulan melintas.
Tidak jarang kata Samsudin, dia difoto, direkam dan diupload ke sosial media hingga lama kelamaan viral dan banyak order berdatangan.
Baca juga: 6 Fakta Menarik Bintang Drakor Mouse, Park Ju Hyun dan Kyung Soo Jin, Penasaran?
Baca juga: Sidang Rizieq Shihab di PN Jaktim, Dirlantas Polda Metro Jaya Pastikan Tak Ada Pengalihan Arus
"Kadang ada yang lewat bilang ke saya 'pak izin foto ya?' Saya tanya 'buat apa?', dia bilang 'buat diposting siapa tahu ada yang minat', yauda saya bilang 'silahkan', ternyata lama-lama viral," tuturnya.
Jasanya kini sudah banyak digunakan, hampir setiap hari dia melayani order cuci closet kamar mandi untuk wilayah Jakarta dan Bekasi.
"Alhamdulillah setiap hari ada aja, saya kebetulan cuma layani di sekitar Jakarta Bekasi aja, kalau order yang jauh-jauh belum sanggup," ucapnya.
Adapun pemakai jasanya rata-rata adalah kamar mandi perumahan, dia belum bisa masuk melayani cuci kamar closet perkantoran karena terbentur birokrasi perusahaan.
TONTON JUGA
"Perumahan aja, kalau perkantoran kan harus punya izin-izinnya ya, minimal usaha saya harus berbentuk CV, kalau sekarang kan saya perorangan aja," tutur Samsudin.
Untuk tarifnya, Samsudin menawarkan harga bervariasi dari mulai paket per meter per segi atau tarif satuan per unit closet.
"Ada juga tarif harian tukangnya aja Rp200.000 per tujuh jam, sama biaya chemical-nya Rp150.000," ucapnya.
Baca juga: 6 Fakta Menarik Bintang Drakor Mouse, Park Ju Hyun dan Kyung Soo Jin, Penasaran?
Sedangkan untuk tarif paket, ditawarkan mulai dari harga Rp400.000 hingga Rp600.000 ribu, lalu tarif satuan dari Rp60.000 hingga Rp100.000.