Sengketa Lahan Berujung Bentrok di Pancoran, Pertamina Diminta Cari Tempat Baru untuk Warga Tergusur
Ahmad Riza Patria bereaksi soal bentrokan yang terjadi akibat sengketa lahan di Pancoran. Pertamina diminta mencarikan tempat bagi warga yang tergusur
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria bereaksi soal bentrokan yang terjadi akibat sengketa lahan di Pancoran, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Ia pun meminta pihak Pertamina selaku pemilik lahan mencarikan tempat bagi warga yang tergusur.
Meski mengakui tanah tersebut milik Pertamina, Ariza meminta perusahaan berpelat merah itu tetap memperhatikan aspek kemanusian.
Terlebih warga setempat telah mendiami tanah sengketa itu sejak puluhan tahun lalu.

"Nanti kita carikan solusi. Mungkin saya kira Pertamina juga punya solusi terkait masalah ini," ujarnya, Kamis (19/3/2021).
Untuk menyelesaikan masalah ini, kini Pemprov DKI melalui Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan tengah melakukan mediasi.
Mediasi dilakukan agar sengketa lahan ini bisa menemui titik terang dan tak ada bentrokan yang terjadi.
Baca juga: Siap-siap Warga Kota Depok, Tilang Elektronik Mulai Diterapkan di Jalan Margonda 23 Maret 2021
Baca juga: Viral Video Nikahan Engkum Emran dengan Noor Nabila, Nasib Anak Mantan Laudya Cynthia Bella Disorot
Baca juga: Terungkap, Sejak 2019 Sarana Jaya Kelola APBD DKI Rp 3,3 Triliun, Mayoritas Buat Beli Lahan
"Kita carikan solusi bersama agar Pertamina mendapatkan tempat tersebut untuk kepentingan masyarakat banyak," ucapnya di Balai Kota Jakarta.
"Kemudian, masyarakat yang sudah tinggal berpuluh-puluh tahun juga mendapatkan solusi tempat tinggal yang baru, kita carikan bersama-sama," tambahnya menjelaskan.
Kronologi Bentrokan

Solidaritas Forum Pancoran Bersatu membeberkan kronologi bentrokan di Jalan Raya Pasar Minggu, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (17/3/2021) malam.
Perwakilan Solidaritas Forum Pancoran Bersatu Leon Alvinda Putra mengatakan, sejak pukul 15.00 sekompok orang yang diduga berasal dari organisasi masyarakat (ormas) sudah memblokade akses utama pintu depan dan belakang Gang Pancoran Buntu II.
Pukul 16.00, warga menuntut PAUD dikembalikan sehingga anak-anak dapat kembali bersekolah.
"Warga juga menuntut preman yang menjaga Gang Pancoran Buntu II untuk pergi karena terus mengintimidasi warga dan solidaritas," kata Leon dalam keterangan tertulisnya.
Baca juga: Potongan Kaki Terbungkus Plastik di Perumahan Japos Tangsel, Sudah 3 Hari Tak Tersentuh