Breaking News:

Hasil Survei Capres: AHY Mengejutkan, Kejar Prabowo-RK-Ganjar

Gonjang-ganjing terkait KLB Partai Demokrat memberi efek elektoral bagi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Istimewa/dokumentasi acara
Hasil survei CPCS mengenai elektabilitas calon presiden, Senin (22/3/2021 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Gonjang-ganjing terkait Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat memberi efek elektoral bagi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Temuan survei yang dilakukan Center for Political Communication Studies (CPCS) menunjukkan adanya kenaikan secara mengejutkan elektabilitas AHY dalam pertarungan menuju Pilpres 2024.

Posisi paling atas tetap diduduki Prabowo Subianto, dibayangi oleh Ridwan Kamil dan Ganjar yang bersaing ketat. 

Jika sebelumnya stabil di papan bawah, AHY menyodok ke urutan keempat, disusul oleh Menteri BUMN Erick Thohir di posisi kelima. Sementara itu Sandiaga Uno dan Anies Baswedan dan terus meluncur ke bawah.

“AHY secara mengejutkan naik elektabilitasnya sebagai calon presiden (capres) dari kisaran di bawah 2 persen menjadi 6,3 persen, mengejar Prabowo yang masih teratas serta RK dan Ganjar,” ungkap Direktur Eksekutif CPCS Tri Okta S.K. dalam press release di Jakarta pada Senin (25/3/2021). 

Menurut Okta, lonjakan elektabilitas AHY tidak bisa dilepaskan dari upaya sejumlah kalangan yang melibatkan pihak Istana untuk melengserkan kepemimpinannya.

Demokrat yang notabene partai oposisi menjadi incaran untuk dijinakkan dan ditarik masuk ke dalam koalisi pemerintahan yang sudah sangat gemuk.

KLB yang terkesan sangat dipaksakan dan memilih kepala Kantor Staf Presiden (KSP) mg Moeldoko sebagai ketua umum yang bukan kader Demokrat mengundang simpati dari masyarakat. Figur AHY yang terzalimi mengingatkan saat ayahnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) naik ke panggung kekuasaan pada 2004 silam, lanjut Okta.

Sementara itu elektabilitas Prabowo dalam satu tahun tetap unggul, dari 22,7 persen pada survei Maret 2020 turun menjadi 18,4 persen (Juli 2020) dan 19,2 persen (November 2020), kini sebesar 20,6 persen. 

“Usai Pemilu 2019, Prabowo masih menikmati keunggulan elektoral dan berpeluang kuat maju kembali, dengan pesaing RK dan Ganjar,” tandas Okta.

Baca juga: Hasil Survei Elektabilitas Demokrat Melesat, PKS-PSI Naik

Baca juga: Loyalis Annas setelah SBY Jadi Ketum Demokrat: Yang Ngeprank Saya Presiden

RK dari 5,8 persen (Maret 2020) melejit menjadi 11,3 persen (Juli 2020) dan 9,3 persen (November 2020), kini naik lagi menjadi 15,2 persen atau urutan kedua. Ganjar dari 8,5 persen (Maret 2020), naik ke 13,5 persen (Juli 2020) dan 16,0 persen (November 2020), kini turun menjadi 14,7 persen dan tergeser ke urutan ketiga. 

Berikutnya adalah AHY (1,4 persen/1,8 persen/1,9 persen/6,3 persen) di urutan keempat dan Erick (4,1 persen/3,1 persen/2,7 persen/5,6 persen) di urutan kelima. Lalu di bawahnya Sandi (12,1 persen/9,3 persen/5,8 persen/5,4 persen) dan Anies (13,8 persen/10,6 persen/6,6 persen/5,1 persen). 

Nama-nama lain adalah Tri Rismaharini (3,7 persen), Khofifah Indar Parawansa (2,2 persen), Giring Ganesha (- persen/- persen/1,7 persen/2,0 persen), Puan Maharani 3,6 persen/2,4 persen/1,1 persen/1,3 persen), dan Mahfud MD (1,6 persen/1,4 persen/1,0 persen/1,1 persen). Yang lain masih di bawah 1 persen, dan sisanya tidak tahu/tidak jawab (13,9 persen).

Survei CPCS dilakukan pada 5-15 Maret 2021, dengan jumlah responden 1200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. 

Survei dilakukan melalui sambungan telepon terhadap responden yang dipilih secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error survei sebesar ±2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved