Penangkapan Teroris di Tangerang

Warga Kira Penangkapan Terduga Teroris di Tangerang Evakuasi Pasien Covid-19 

Yuli mengaku melihat ada keramaian aparat kepolisian di taman kompleksnya. Namun ia  mengira sedang ada evakuasi pasien Covid-19. 

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Suasana sepi terlihat di Jalan Komari II, Perumahan Islamic Village, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (24/3/2021) siang 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA DUA - Sejumlah warga Kompleks Islamic Village, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, tidak mengetahui adanya penangkapan terduga teroris di lingkungannya. 

Hal itu diungkapkan Yuli, bukan nama sebenarnya, warga Islamic Village yang rumahnya hanya berbeda blok dari lokasi penangkapan

Yuli mengaku melihat ada keramaian aparat kepolisian di taman kompleksnya. Namun ia  mengira sedang ada evakuasi pasien Covid-19.

"Covid-19 ngiranya," kata Yuli singkat, Rabu (24/3/2021).

Saat itu, sekira pukul 09.00 WIB. Yuli melihat keramaian aparat kepolisian saat hendak bersepeda.

"Saya cuma lihat ada polisi di taman, yasudah saya sepedaan saya pikir Covid-19," ujar Yuli.

Seorang wanita yang sedang menyapu halaman rumahnya di Jalan Qamari II Islamic Village mengaku tidak mengetahui adanya penangkapan terduga teroris.

"Enggak, enggak, saya enggak tahu," ujar wanita tersebut sambil masuk ke dalam rumah.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, mengonfirmasi bahwa seorang terduga teroris berinisal AM ditangkap di salah satu rumah di Jalan Qamari II, Islamic Village itu, Rabu (24/3/2021).

"Iya benar hari ini (ada penangkapan terduga tertoris, red)," kata Yusri usai dikonfirmasi awak media.

Sementara, konfirmasi juga disampaikan Kapolsek Kelapa Dua, AKP Muharram Wibisono Adipradono.

Aparat Polek Kelapa Dua tidak terjun langsung dalam penangkapan itu, melainkan ditangani penuh oleh Mabes Polri.

Muharram mengatakan, pihaknya hanya membantu pengamanan.

"Memang tadi pagi kami diperintahkan untuk melakukan pengamanan di area. Penanganan itu ditangani langsung oleh Mabes Polri sehingga hal hal lain kami tidak bisa menjelaskan. Karena memang tugas kami sebagai satuan wilayah, tugas kami memback up," ujar Muharram.

Baca juga: Menkes Sebut GeNose Segera Diterapkan di Bandara Soekarno-Hatta

Baca juga: Anies Baswedan Larang Ondel-ondel Jadi Alat Ngamen, Wagub DKI: Mereka Mengganggu

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Siapkan 5.200 Vaksin Covid-19 Bagi Jurnalis

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved