Breaking News:

Demokrat Kubu Moeldoko Ditolak, Loyalis Anas Tertawa Tak Urus KLB: Urusan Kita Jaga Fakta Sejarah

Pemerintah menolak kepengurusan Partai Demokrat kubu Moeldoko pada Rabu (31/3/2021). Loyalis Anas, Gede Pasek Suardika ikut menanggapi.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sekjen Partai Hanura I Gede Pasek Suardika menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Jakarta, Minggu (26/1/2020). Pemerintah menolak kepengurusan Partai Demokrat kubu Moeldoko pada Rabu (31/3/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pemerintah menolak kepengurusan Partai Demokrat kubu Moeldoko pada Rabu (31/3/2021).

Hal itupun menjadi bahasan loyalis Anas Urbaningrum, Gede Pasek Suardika melalui akun twitternya.

Awalnya, netizen menayakan sikap Gede Pasek Suardika terkait keputusan pemerintah menolak kepengurusan Partai Demokrat versi KLB Deliserdang.

"@G_paseksuardika, KLB odong2 kalah bang... gmn pendapat abang? tulis @mataharihidup

Gede Pasek Suardika pun membalasnya.

"Ha ha ha kita tdk ada urusan KLB...urusan kita jaga fakta sejarah saat AU dikudeta dulu saja. Skrg pikirkan bagaimana membantu Beliau bisa kembali ke rumah ketemu anak istrinya," ujar Pasek.

Pemerintah Tolak Demokrat Kubu Moeldoko

Logo Partai Demokrat
Logo Partai Demokrat (TribunJateng/istimewa)

Keputusan pemerintah mengenai status Partai Demokrat menimbulkan reaksi dari kubu Moeldoko dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly telah menyatakan permohonan pengesahan Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deliserdang pada Rabu (31/3/2021).

Keputusan pemerintah itu telah direspon oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Halaman
1234
Penulis: Ferdinand Waskita Suryacahya
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved