Breaking News:

Ibu Hamil di Ciracas Kena Peluru Nyasar

Ibu-ibu Kader PKK di Ciracas Beri Dukungan untuk Ibu Hamil Korban Penembakan

Simpati terhadap Anah (41), ibu hamil warga RT 09/RW 09, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur korban penembaka.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Kader PKK dan Camat Ciracas Mamad saat membesuk Anah (jilbab merah) yang jadi korban penembakan saat bertugas sebagai kader Jumantik, Kamis (1/4/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Simpati terhadap Anah (41), ibu hamil warga RT 09/RW 09, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur korban penembakan pada Rabu (24/3/2021) terus mengalir.

Pada Kamis (1/4/2021) sejumlah anggota Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Ciracas menjenguk Anah yang kini menjalani rawat jalan di rumah.

Camat Ciracas Mamad mengatakan kedatangannya bersama sejumlah anggota TP-PKK sebagai bentuk simpatik atas petaka yang menimpa Anah sewaktu bertugas sebagai kader jumantik.

Baca juga: Warga Bakal Pasang CCTV di Lokasi Ibu Hamil Jadi Korban Penembakan di Ciracas

“Ini adalah salah satu bentuk perhatian kami, menjenguk ibu Anah sekaligus memberikan dukungan moril dan bantuan materil,” kata Mamad saat dikonfirmasi di Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (3/4/2021).

Dari kedatangan tersebut Mamad bersama anggota TP-PKK mengetahui bahwa Anah yang mengalami luka tembak di bagian paha kanan masih harus menjalani kontrol rutin di RS Polri Kramat Jati.

Baca juga: Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Penembakan Ibu Hamil di Ciracas

Meski proyektil peluru sudah diangkat tim dokter RS Polri Kramat Jati lewat operasi pada Jumat (26/3/2021), Anah yang sudah 5 tahun menjadi kader Jumantik kini belum dapat beraktivitas normal.

"Sekarang yang bersangkutan masih harus melakukan kontrol rutin ke RS Polri Kramat Jati. Nanti rencananya juga akan ada petugas dari Puskesmas yang mengecek lukanya pasca operasi," ujarnya.

Perihal musibah yang menimpa Anah saat melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), Mamad berharap jajaran Satreskrim Polrestro Jakarta Timur lekas mengungkap kasus.

Pasalnya hingga kini baik jenis senjata api hingga identitas pelaku penembakan belum diketahui pasti, sementara warga dirundung ketakutan beraktivitas di luar rumah khawatir jadi korban penembakan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved