Pengakuan Terduga Teroris: Ini yang Akan Dilakukannya Bila Terjadi Kericuhan Saat Demo
Melalui video yang beredar, sosok terduga teroris menjelaskan apa yang akan dilakukannya jika terjadi kericuhan saat demonstrasi.
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Melalui video yang beredar, sosok terduga teroris menjelaskan apa yang akan dilakukannya jika terjadi kericuhan saat demonstrasi.
Hal itu diucapkan terduga teroris bernama Bambang Setiono yang baru saja ditangkap Densus 88 baru-baru ini.
Dia mengakui dirinya terlibat dalam aktivitas yang diduga sebagai tindak pidana teroris di Jakarta-Bekasi.
Dalam video itu, awalnya dia mengaku sebagai salah satu simpatisan FPI sejak Desember 2020 lalu.
"Saya Bambang Setiono mengaku bahwa menjadi simpatis FPI sejak awal Desember 2020. Bergabung majelis Latif Alyasin," kata Bambang dikutip dari video itu, Minggu (4/4/2021).
Bambang menyatakan dirinya mengetahui pembuatan bom aseton peroksida (TATP) yang dilakukan Zulaimi Agus atas perintah Husein Hasni.
Selain merakit bom, dia mengaku merencanakan dalam penyerangan terhadap orang dan toko milik warga keturunan.
Ia mengakui telah merencanakan penyerangan bom molotov terhadap toko usaha hingga tokoh warga keturunan.
"Merencanakan penyerangan di SPBU dengan menggunakan bom molotov untuk menuntut bebasnya HRS dan merencanakan aksi pelemparan bom warga keturunan atau toko usaha milik warga keturunan," katanya.
Ia juga mengaku telah merencanakan aksi penyerangan dengan ketapel dan peluru gotri jika terjadi kerusuhan saat demo di daerah Jakarta.
Baca juga: Penemuan Potongan Kaki Manusia di Pondok Aren Masih Misterius, Polisi Belum Berhasil Identifikasi
Baca juga: Pelajari Ilmu Tekbal hingga Jemur Bahan Peledak di Rumah, Sederet Pengakuan Terduga Teroris Buat Bom
Baca juga: Keramas usai Malam Pertama, Atta dan Aurel Lakukan Ini di Depan Kaca: Istri Dapet Berkah, Suami Enak
Tak hanya itu, Bambang juga merencanakan untuk memberikan serbuk bahan peledak ke sejumlah daerah.
"Merencanakan pemberian serbuk HCL03 terhadap setiap DPC dan DPW wilayah Bandung melalui Habib Mukri dan wilayah Brebes melalui Habib Hasan," ungkap dia.
Bambang memastikan pengakuannya dalam video tersebut merupakan tanpa paksaan dari pihak manapun.
"Demikian pernyataan ini saya buat sebenarnya-benarnya tanpa paksaan dari pihak manapun," ucapnya.
Pelajari Ilmu Kebal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-densus-88_20180507_175304.jpg)