Pengakuan Terduga Teroris: Ini yang Akan Dilakukannya Bila Terjadi Kericuhan Saat Demo
Melalui video yang beredar, sosok terduga teroris menjelaskan apa yang akan dilakukannya jika terjadi kericuhan saat demonstrasi.
Selain itu, Bambang juga mengakui pernah mempelajari ilmu tekbal di Sukabumi, Jawa Barat.
"Melakukan pertemuan sebanyak 3 kali di Cibadak Sukabumi di Ahmad Dimiyati alias Abah Popon bersama Habib Husein Hasni, Zulaimi Agus, Jati, Jeri Junaidi, Ipul, Novan, Malik, Habib Aljufri, Asep Komara, Angga Putra untuk mengisi ilmu kebal," ujar dia.
Dia mengaku pernah merencanakan aksi teror kepada personel kepolisian.
Rencana tersebut dibahas bersama sejumlah jamaahnya yang kini juga telah tertangkap.
Baca juga: Polda Metro Jaya Ungkap Asal Kartu Identitas Perbakin Pengemudi Fortuner yang Acungkan Senjata
Baca juga: Selain Pidana Kepemilikan Senjata, Polisi Turut Usut Kasus Kecelakaan Pengemudi Fortuner
Baca juga: Berjuang 3 Jam Mengapung di Laut usai Kapal Terbalik, Bayi Hembuskan Nafas Terakhir dalam Gendongan
Salah satunya adalah rencana penyiraman air keras terhadap pesonel kepolisian yang bertugas.
"Saya ikut mengetahui rencana pelemparan air keras Habib Husein Hasmy kepada petugas kepolisian," kata Bambang dalam video pengakuan yang tersebar di kalangan awak media.
Tak hanya itu, dia juga merencanakan untuk melakukan pelemparan bom molotov kepada personel kepolisian.
Dia turut terlibat dalam penunjukan eksekutor yang bakal bertugas melemparkan bom molotov.
"Mengetahui penunjukan sebagai tim eksekutor untuk penyerangan bom lempar kepada anggota kepolisian bersama Jeri, Ahmad Junaidi, Malik, Jati, Noval, Ipul, dan laskar FPI," katanya.
Jemur Bahan Peledak di Rumah
Ahmad Junaidi terduga teroris yang ditangkap oleh tim Densus 88 Antiteror Polri mengakui segala perbuatannya.
Dia mengakui sempat terlibat dalam pembuatan bom berbahan aseton peroksida (TATP).
Dalam video pengakuannya yang tersebar di awak media, Ahmad mengaku pernah diminta menjemur bahan peledak di rumahnya oleh terduga teroris lainnya Zulaimi Agus.
"Saya pun pernah dihubungi untuk menjemur berbentuk bahan peledak yang dari aseton dan HCL selama 3 hari di rumah dan lalu saya serahkan kembali kepada Agus," kata Ahmad.
Setelah dijemur, Ahmad menuturkan bahan peledak itu kemudian menjadi berbentuk seperti bubuk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-densus-88_20180507_175304.jpg)