Eks Persija Nuralim: Saya Enggak Ada Niatan Buat Menipu Orang

Legenda sepak bola Timnas Indonesia dan Persija Jakarta Nuralim, sebelumnya ditulis NA mengaku, tidak ada niat sedikitpun untuk menipu orang.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
Media Persija
Nuralim alias Si Jabrik - Legenda sepak bola Timnas Indonesia dan Persija Jakarta Nuralim, mengaku bahwa dirinya tidak ada niat sedikitpun untuk menipu orang. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Legenda sepak bola Timnas Indonesia dan Persija Jakarta Nuralim, sebelumnya ditulis NA mengaku, tidak ada niat sedikitpun untuk menipu orang.

Hal ini dikatakan usai dirinya, dilaporkan ke polisi  atas tuduhan dugaan penipuan rekrutmen pegawai Tenega Kerja Kontrak (TKK) Pemerintah Kota Bekasi.

"Menyebar berita-berita kalau Nuralim ini penipu calon TKK, jujur secara pribadi saya enggak ada niatan untuk menipu," kata Nuralim saat dijumpai, Rabu (7/4/2021).

Pria berjuluk Jabrik ini menjelaskan, keterlibatannya dalam praktik percaloan rekrutmen pegawai TKK murni atas permintaan seorang oknum bernama Esa.

Niat dia mencarikan atau merekomendasikan calon TKK dengan membantu menjembatani ke oknum pria bernama Esa, hanya sebatas ingin membantu warga yang ingin bekerja.

Eks pemain Timnas dan Persija Jakarta Nuralim saat dijumpai di kedai makanan Jalan Kemakmuran, Bekasi Selatan, Rabu (7/4/2021).
Eks pemain Timnas dan Persija Jakarta Nuralim saat dijumpai di kedai makanan Jalan Kemakmuran, Bekasi Selatan, Rabu (7/4/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

"Tujuan saya hanya ingin membantu memperkerjakan, yang enggak kerja supaya bisa kerja tapi kenyataannya seperti ini," tuturnya.

Nuralim menjelaskan, sosok bernama Esa merupakan temannya.

Baca juga: Setahun Lebih Pandemi Covid-19, Pelanggar Protokol Kesehatan di Matraman Masih Ditemukan

Baca juga: HASIL Piala Menpora Grup C: PS Sleman & Persebaya Lolos 8 Besar, Bajul Ijo Tumbang di Laga Penentuan

Baca juga: Eks Persija Nuralim Ngaku Terima Uang, Dilaporkan Atas Tuduhan Penipuan Percaloan Rekrutmen Pegawai

Dia dikenal sebagai relasi dari sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Bekasi.

"Abang percaya sama beliau, karena dia yang menjanjikan, sedikitpun bukan abang yang menawarkan untuk calon TKK bekerja," tuturnya.

Sejak awal, Nuralim mengaku, tidak pernah ada inisiatif menjadi calo rekrutmen TKK.

Keterlibatan dengan praktik tersebut hingga dilaporkan ke polisi murni karena diminta oleh pria bernama Esa.

"Jadi engggak ada kesannya abang 'kamu mau kerja atau apa', itu semua dari pak Esa, menyusuh saya mencarikan calon TKK yang mau masuk kerja," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, eks pemain Timnas Indonesia dan Persija Jakarta berinisial NA, dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota terkait dugaan penipuan.

NA sekarang diketahui menjabat sebagai pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Dia diduga melakukan penipuan bersama rekan sesama pegawai berinisal RS.

Baca juga: HASIL Piala Menpora Grup C: PS Sleman & Persebaya Lolos 8 Besar, Bajul Ijo Tumbang di Laga Penentuan

NA dan RS dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota pada, Senin (1/3/2021) dengan Nomor LP/601/K/III/2021/SPKT/Restro Bekasi Kota.

Dalam surat laporan itu, NA dan RS diketahui terlibat dalam praktik percaloan rekrutmen pegawai Tenaga Kerja Kontrak (TKK) di lingkungan Pemkot Bekasi.

Korban pelapor bernama Sudjono hendak memasukkan anaknya bernama Ajie Fadillah menjadi TKK, dia membayar uang senilai Rp35 juta agar lolos.

Tetapi, hingga waktu yang dijanjikan pada 2020 silam, Ajie tak kunjung dipanggil untuk bekerja.

Bahkan hingga saat ini, janji tersebut urung telaksana.

"Waktu itu diminta Rp50 juta, tapi baru dibayar Rp35 juta dulu, sisanya dibayar kalau sudah lolos jadi TKK," ungkap korban bernama Ajie saat dikonfirmasi.

Baca juga: Tingkatkan Layanan, Pemerintah Kota Tangerang Gandeng BPJS Kesehatan

Sampai pada waktu yang dijanjikan, Ajie tak kunjung dipanggil untuk mengikuti seleksi masuk TKK apalagi bekerja di salah satu instasi kedinasan Pemkot Bekasi.

"Saya sempat tanya pas 2020, alasannya waktu itu karena corona jadi belum ada kepastian yang jelas," ucapnya.

Akhirnya sebelum dilaporkan ke polisi, Ajie sempat kembali menagih kepastian kepada RS dan NA. Tetapi, keduanya malah berdalih bahwa, SK (Surat Keputusan) sudah keluar.

"Saya dikirimin foto SK-nya tapi enggak jelas blur fotonya, dia (RS) bilang mau minta lagi ke NA tapi sampai sekarang enggak ada kepastian," tegasnya.

Baca juga: HASIL Piala Menpora Grup C: PS Sleman & Persebaya Lolos 8 Besar, Bajul Ijo Tumbang di Laga Penentuan

Rekrutmen TKK Gratis

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memastikan, penerimaan pegawai TKK di lingkungan pemerintahannya gratis, jika ada pungutan biaya sudah dipastikan itu adalah penipuan.

"100 persen itu penipuan (kalau ada permintaan uang), kalau mau masuk (jadi pegawai TKK) jika pemerintah kota membutuhkan enggak seperti itu (diminta uang)," kata Rahmat, Selasa (6/4/2021).

Dia menambahkan, jika ada praktik percaloan dengan biaya sampai puluhan juta untuk masuk sebagai pegawai TKK, tindakan itu di luar kaidah yang ada.

Pemerintah Kota Bekasi kata dia, dipastikan tidak memungut uang dalam proses penerimaan pegawai TKK karena formasinya dibuka sesuai kebutuhan.

"Ya kagalah siapa yang minta uang puluhan juta udah kayak bayar retribusi aja sama pajak daerah aja, nah itu jujur yang harus kalian bantu tertibkan luruskan, enggak ada (bayar uang masuk TKK)," tegas dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved