Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

JPU Bakal Hadirkan Lima Saksi Pada Sidang Lanjutan Tes Swab RS UMMI Bogor

Jaksa Penuntut Umum (JPU) berencana menghadirkan lima orang saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana karantina kesehatan Rizieq Shihab

TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Terdakwa tindak pidana kekarantinaan kesehatan Rizieq Shihab tiba di PN Jakarta Timur, pengamanan semakin diperketat, Jumat (26/3/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) berencana menghadirkan lima orang saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana karantina kesehatan Muhammad Rizieq Shihab pada Rabu (14/4/2021).

Hal ini disampaikan JPU saat menjawab perintah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang menyatakan menolak eksepsi atau keberatan Rizieq Shihab dalam kasus tes swab di RS UMMI Bogor.

"Kami berencana menghadirkan lima saksi. Namun atas permintaan penasihat hukum untuk menyebut nama-nama saksi yang akan dihadirkan persidangan kami masih memikirkan komposisi saksi-saksi," kata JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (7/4/2021).

Lima saksi tersebut guna membuktikan dakwaan JPU dalam kasus tes swab Rizieq Shihab di RS UMMI Bogor yang diduga ditutupi dan dipalsukan dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Para saksi merupakan mereka yang sebelumnya diperiksa jadi saksi oleh penyidik Bareskrim Polri saat tahap penyidikan sebelum berkas perkara dilimpahkan Kejaksaan.

"Saksi-saksi mana yang lebih tepat utnuk pembuktian unsur-unsur pidana. Jadi untuk saat ini kami belum mau untuk memberikan nama-nama saksi yang akan diperiksa minggu depan," ujarnya.

Tim kuasa hukum Rizieq Shihab meminta JPU membeberkan nama-nama saksi yang dihadirkan agar bisa mempersiapkan diri membela kliennya dalam sidang setelah eksepsi mereka ditolak.

Pada Senin (12/4/2021) Rizieq Shihab juga bakal berhadapan dengan saksi dari pihak JPU dalam berkas perkara untuk nomor 221 dan 226 yang eksepsi atau keberatannya juga ditolak Majelis Hakim.

Perkara nomor 221 untuk kasus kerumunan warga di Petamburan, Jakarta Pusat, sementara 226 kasus kerumunan warga di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Megamendung, Bogor.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved