Jeritan Pelaku Usaha di Setiabudi Pamulang, Omzet Anjlok Sampai Utang Akibat Proyek Perbaikan Jalan
Proyek Perbaikan Jalan Setiabudi, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), berdampak pada sektor usaha di sekitarnya.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Septiana
Edward bahkan sempat frustasi dan menutup bengkelnya. Tertutupnya jalan membuatnya putus harapan.
Baca juga: Kondisi Ashanty Buat Anang Khawatir, Aurel Hermansyah Kaget Lihat Kondisi Sang Bunda: Udah Parah
Tidak adanya pemasukan membuat Edward harus berhutang untuk membayar sekolah anaknya.
"Setelah pandemi justru kita udah sangat susah lah untuk sekolahin anak, buat makan, kehidupan sehari hari. Apa lagi setelah ini (proyek perbaikan jalan) ya sudah benar-benar kosong."
"Kita artinya ya bisa dikata ya susah lah, mau ngutang mau gimana sama keluarga dulu sementara sebelum ini diberesin," keluhnya.
Beberapa pekan nelakangan, Edward sampai merogoh kocek sendiri untuk meninggikan pelataran bengkelnya agar pelanggan bisa datang. Namun hal itu sia-sia belaka.
"Ya nol sama sekali, tapi kita enggak tahu mengeluh sama siapa, sebagai warga ya kita begitu saja lah," pungkas Edward.
Keluh kesah juga diutarakan Marinus Zay (36) atau yang karib disapa Roy, pengusaha konter ponsel di Jalan Setiabudi.

"Dari Bulan november 2020, berarti 5 atau 6 bulan lah. Ya dampaknya untuk kita yang punya usaha pinggir jalan ya sangat terganggu sehingga hubungannya di usaha kita sangat terganggu," kata Roy membuka ungkapan keresahannya.
Konter ponselnya yang juga menyediakan jasa reparasi itu sampai mengalami penurunan omzet mencapai 60%.
Sama seperti Edward, akses menuju konter Ponsel Roy juga tertutup proyek perbaikan Jalan.
"Penurunannya sampai 60%, karena ini sebelum kita uruk sendiri, ini kayak pelanggan kita yang bawa motor ibu-ibu ngga berani turun ke sini, bahkan beberapa mereka jatuh. karena pas turun masih terlalu miring, ya ibu-ibu lah ngga terlalu cekatan bawa kendaraan," kata Roy.
Roy sampai mengeluarkan uang pribadinya sebesar Rp 1,5 juta untuk membeli urukan puing demi membuat pelatarannya sama tinggi dengan jalan.
"ini kita uruk sendiri, kemarin di sini ada puing sekitar sini kita arahkan yang punya proyek ini untuk dibantu. Sama sekali ngga ada itikad baiknya untuk membantu kita yang punya usaha di sini karena terganggu karena proyek mereka."
Baca juga: Kondisi Ashanty Buat Anang Khawatir, Aurel Hermansyah Kaget Lihat Kondisi Sang Bunda: Udah Parah
"Jadi seluruh puing itu diangkut oleh mereka, puing ini sekarang kita upayakan sendiri, modal sendiri. Ini sudah rugi hampir 1,5 juta ngangkut-ngangkut puing begini," kata Roy.
Keduanya berharap sama, semoga proyek perbaikan jalan cepat rampung dan usaha mereka kembali hidup.