Breaking News:

Kolaborasi dengan BKKBN, 2 Lembaga Nirlaba Canangkan Gerakan Indonesia Bebas Stunting 2030

Sejumlah organisasi nirlaba mencanangkan Gerakan Nasional Indonesia Bebas Stunting 2030.

TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Konferensi pers pencanangan Gerakan Nasional Indonesia Bebas Stunting 2030 di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (8/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Sejumlah organisasi nirlaba mencanangkan Gerakan Nasional Indonesia Bebas Stunting 2030.

Gerakan tersebut dicanangkan oleh Yayasan Seribu Cita Bangsa dan Yayasan Kesehatan Perempuan, serta turut menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Dalam konferensi pers di Penang Bistro, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (8/4/2021), Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan pentingnya menurunkan angka stunting di Indonesia.

Ia menjelaskan, jumlah kasus stunting di Indonesia saat ini mencapai 29,67 persen atau sembilan juta balita.

"Di masa pandemi ini diperkirakan meningkat 32,5 persen. Pak Presiden minta diturunkan menjadi 14 persen," kata Hasto.

"Ini pekerjaan besar. Kalau hanya diurus oleh pemerintah tidak akan sukses. Oleh karena itu kami dibutuhkan mitra," tambahnya.

Di sisi lain, Lead Strategist Yayasan Seribu Cita Bangsa Zack Petersen memberikan solusi untuk menekan kasus stunting di tanah air.

"Cegah stunting harus fokus di desa, bikin pelatihan bareng kader, penyuluh. Kalau tidak masuk ke desa-desa itu tidak bisa. Kita harus masuk ke rumah-rumah, bicara sama ibu, bikin pelatihan," ujar Zack.

Baca juga: Kabar Baik, BUMN Nindya Karya Buka Lowongan Kerja, Cek Informasinya Disini

Baca juga: Buka-bukaan Anies Soal Penyebab Korupsi di Tubuh Pemerintahan

Baca juga: Pemerintah Kabupaten Tangerang Usulkan 1.678 Kuota untuk CPNS 2021

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Kesehatan Perempuan Nanda Dwinta Sari berharap gerakan yang dicanangkan ini dapat membuat masyarakat semakin peduli untuk mencegah stunting.

"Dengan adanya gerakan ini, isu ini akan menjadi isu nasional. Ini bukan hanya isu perempuan. Kita mengajal semua pihak melihat persoalan mendasar di sana. Salah satunya bagaimana pengelolaan makanan di dalam sebuah keluarga," ucap Nanda.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved