Breaking News:

Libur Lebaran, Terminal Bus Tanjung Priok Hanya Layani Transportasi Dalam Kota dan Jabodetabek

Terminal Bus Tanjung Priok dipastikan menutup layanan transportasi umum selama libur Lebaran 2021

ISTIMEWA/Dokumentasi Terminal Bus Tanjung Priok
Suasana di Terminal Bus Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (3/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Terminal Bus Tanjung Priok dipastikan menutup layanan transportasi umum Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) saat libur Idulfitri 2021 mendatang.

Kepala Terminal Tanjung Priok Jofar mengatakan, terminal ini hanya melayani transportasi umum dalam kota dan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi).⁣

Penutupan layanan transportasi Bus AKAP ini berdasarkan Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.⁣

"Penutupan layanan transportasi Bus AKAP ini akan dimulai pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang," kata Jofar, Jumat (9/4/2021).

Jofar mengatakan, meskipun layanan luar kota ditutup, pihaknya masih membuka layanan transportasi dalam kota dan bus tujuan Jabodetabek. ⁣

Ia juga mengatakan bahwa apabila terjadi lonjakan penumpang sebelum diberlakukannya penutupan layanan transportasi Bus AKAP, dipastikannya protokol kesehatan diperketat di sekitar area terminal.

Penumpang maupun kru bus harus mengikuti tes Covid-19 menggunakan alat Genose yang telah disediakan.⁣

Baca juga: Polres Bekasi Siapkan 10 Titik Penyekatan Arus Mudik, Jalur Tikus Perbatasan Karawang Turut Dipantau

Baca juga: Diterapkan Mulai 6 Mei, Masyarakat Bisa Urus SIKM di Kelurahan: Berikut Kriterianya

Baca juga: Tertarik Jadi Stuntman Film Laga? Berikut Tips dan Saran Bagi Pemula yang Baru Merintis

"Agar tidak terjadi klaster baru, kami mengantisipasi dengan fasilitas tes Covid-19 menggunakan alat Genose," tegas Jofar. 

"Jika hasil tes negatif, maka penumpang dan kru bus diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Namun, jika hasilnya positif maka dengan sangat terpaksa mereka tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan," tutupnya.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved