Breaking News:

Kliennya Kecewa Vonis Hakim Lebih Berat dari JPU, Togar Situmorang Bertindak Cepat Cari Keadilan

Bagi sebagian orang di negeri ini menganggap keadilan memang sangat sulit dirasakan. Hal tersebut dirasakan klien advokat Togar Situmorang.

Editor: Suharno
ISTIMEWA
Advokat Togar Situmorang. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Bagi sebagian orang di negeri ini menganggap keadilan memang sangat sulit dirasakan.

Seperti yang dirasakan oleh salah satu Klien dari Law Firm Togar Situmorang Cabang Jakarta yang beralamat di Jalan Kemang Selatan Raya No.99 gedung Piccadilly, Jakarta Selatan ini, yaitu MTA (inisial) yang diadili di Pengadilan Negeri Tegal dengan Nomor Perkara 116/Pid.Sus/2020/PN.Tgl di Pengadilan Negeri Tegal.

Togar Situmorang merasakan ada sesuatu yang aneh saat pembacaan vonis untuk kliennya, dimana Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini membacakan vonis tanpa kehadiran dari terdakwa.

"Saya benar-benar merasa keberatan dengan adanya putusan Pengadilan Negeri Tegal, padahal saya sangat berharap adanya keadilan buat diri saya," ujar klien Togar Situmorang, MTA, Sabtu (10/4/2021).

"Apa yang diputuskan hakim dengan ketidakhadiran saya saat pembacaan putusan di pengadilan membuat saya sendiri agak shock. Untuk itulah saya memohon bantuan hukum kepada Pak Togar Situmorang dan tim advokatnya,” sambung MTA dengan kata-katanya agak tersendat-sendat sedih.

Sementara itu Togar Situmorang, SH, MH, MAP, C.Med, CLA mengungkapkan, secara singkat bahwa perkara pidana itu diatur didalam pasal 196 ayat 1 Undang-Undang No.8 Tahun 1981 tentang hukum acara pidana, bahwa pengadilan memutus perkara harus dengan hadirnya terdakwa.

TONTON JUGA:

Advokat Togar Situmorang.
Advokat Togar Situmorang. (ISTIMEWA)

Kecuali dalam hal UU ini menentukan lain, itu jelas hukum yang berbicara

"Jadi kami sebagai Penasehat Hukum dari terdakwa sudah memegang salinan putusan dari Pengadilan Negeri Tegal," ujar Togar.

Togar menjelaskan salah satu amar putusannya menyatakan bahwa terdakwa MTA telah sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana telah melakukan atau turut serta melakukan dengan sengaja melakukan niaga sebagaimana diatur dalam Pasal 53 huruf D UU No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP serta menjatuhkan Pidana penjara kepada Terdakwa MTA selama 2 tahun.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved