Breaking News:

Hindari Larangan Mudik, Penumpang di Terminal Pulo Gebang Pilih Berangkat Lebih Awal

Terminal Terpadu Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur sejumlah warga mengaku sengaja curi start mudik sebelum larangan berlaku.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kondisi di area keberangkatan Terminal Terpadu Pulo Gebang jelang larangan mudik pada 6-17 Mei 2021 berlaku di Jakarta Timur, Minggu (11/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Larangan mudik Idul Fitri 1442 Hijriah yang diberlakukan pemerintah pada 6-17 Mei 2021 mendatang disiasati warga dengan melakukan perjalanan mudik lebih awal.

Di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur sejumlah warga mengaku sengaja curi start mudik sebelum larangan berlaku.

Aisyah (40) di antaranya, bersama dua anak dan sang suami mereka memilih mudik lebih awal ke kampung halaman di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Baca juga: Ini Langkah Polri Antisipasi Masyarakat yang Curi Start Mudik Sebelum 6 Mei 2021

"Biar enggak kena larangan mudik jadi berangkat lebih awal. Sudah kangen pulang kampung karena tiga tahun ini enggak mudik," kata Aisyah di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Minggu (11/4/2021).

Meski waktu tempuh perjalanan ke Situbondo hanya berkisar 11 jam dia tetap memilih berangkat lebih awal dan berniat merayakan Idul Fitri di kampung halaman.

Pun biaya yang dihabiskan lebih besar karena harus memenuhi biaya hidup di kampung halaman menurutnya hal tersebut setimpal asal bisa mudik.

"Memang dari tahun kemarin terasa berat banget karena pandemi Covid-19 ini, enggak bisa mudik dan lainnya. Mudah-mudahan sih cepat selesai Covid-19 ini, biar masyarakat enggak susah beraktivitas," ujarnya.

Kondisi di area keberangkatan Terminal Terpadu Pulo Gebang jelang larangan mudik pada 6-17 Mei 2021 berlaku di Jakarta Timur, Minggu (11/4/2021).
Kondisi di area keberangkatan Terminal Terpadu Pulo Gebang jelang larangan mudik pada 6-17 Mei 2021 berlaku di Jakarta Timur, Minggu (11/4/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Anang (38), juga memilih mudik lebih awal setelah pemerintah menyatakan seluruh moda transportasi selama 6-17 Mei 2021 mendatang dihentikan demi mencegah warga mudik.

Namun dia belum bisa memastikan apa bakal bertahan di kampung halamannya Kota Palembang, Sumatera Selatan hingga hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah nanti.

"Memang sengaja pulang lebih awal tapi belum tahu mau lebaran di Palembang atau bagaimana. Karena di Jakarta saya kan juga kerja, yang penting sampai sana dulu saja," tutur Anang.

Dia mengaku tidak keberatan dengan larangan mudik yang diberlakukan pemerintah karena juga khawatir terpapar Covid-19 selama dalam perjalanan.

Baca juga: Penggunaan GeNoSe di Terminal Pulo Gebang Berlanjut, Alat Masih Meminjam

Tapi menurutnya ancaman penularan Covid-19 masih bisa dicegah dengan menerapkan protokol kesehatan sehingga tetap melakukan perjalanan mudik.

"Makanannya ini berangkat sebelum mulai Puasa juga biar enggak terlalu ramai orang. Kalau berangkat mepet waktu larangan takutnya ramai, bahaya juga kan buat keluarga dan diri sendiri," lanjut dia.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved