Breaking News:

Ramadan 2021

Anies Baswedan Larang Bar Beroperasi Selama Bulan Suci Ramadan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melarang bar atau rumah minum beroperasi selama bulan suci Ramadan.

TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setelah Jumatan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (9/4/2021). Anies Baswedan Larang Bar Beroperasi Selama Bulan Suci Ramadan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melarang bar atau rumah minum beroperasi selama bulan suci Ramadan.

Larangan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 313 Tahun 2021.

Adapun SK tersebut berisi tentang Perubahan Atas Keputusan Kepala Disparekraf Nomor 281 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro Pada Sektor Usaha Pariwisata.

SK tersebut diteken anak buah Anies, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Gumilar Ekalaya pada 12 April 2021.

"Bar atau rumah minum yang berdiri sendiri dan yang terdapat pada usaha restoran atau rumah makan wajib tutup," tulis Gumilar dalam SK tersebut dikutip TribunJakarta.com, Senin (12/4/2021).

Kemudian, selama bulan suci Ramadan, Pemprov DKI mengubah ketentuan soal layan makan di tempat atau dine-in di restoran dan rumah makan.

Bila sebelumnya restoran hanya diizinkan melayani dine-in hingga pukul 21.00 WIB, kini seluruh tempat makan di ibu kota boleh melayani pelanggan yang makan di tempat sampai pukul 22.30 WIB.

Baca juga: Pemkot Depok Larang Masyarakat Gelar Buka Puasa Bersama

Baca juga: Polisi Pastikan Kasus Dugaan Pemerkosaan Wanita Tunarungu oleh Oknum Hansip di Bekasi Terus Berjalan

Baca juga: Petugas Temukan Daging yang Dicampur Pengawet di Pasar Anyar Tangerang

"Dine-in sampai pukul 22.30 WIB dan dapat beroperasi kembali pada pukul 02.00-04.30 WIB untuk melayani kebutuhan sahur," ujarnya.

Meski demikian, restoran atau tempat makan tetap diminta tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, khususnya terkait jarak antar kursi makan minimal satu meter.

"Kapasitas pengunjung 50 persen," kata Gumilar dalam SK itu.

Kemudian, tempat makan atau restoran yang buka selama bulan suci Ramadan juga diminta menutup tempat usahanya menggunakan tirai.

Tujuannya untuk menghormati seluruh umat muslim yang menjalankan ibadah puasa.

"Guna mendukung dan menghormati aktivitas masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa, maka diimbau untuk memakai tirai agar tidak terlihat secara utuh," tuturnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved