Breaking News:

Polemik Tanah 45 Hektare di Alam Sutera Tangerang Berujung Pidana, Terungkap Modus Licik Tersangka

Hasil penyelidikan didapati temuan surat-surat dan dokumen yang digunakan oleh tersangka D dan M semuanya berstatus palsu dan tidak terdaftar.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Polres Metro Tangerang Kota saat melakukan rilis mafia tanah di kawasan Alam Sutera, Kota Tangerang, Selasa (13/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Masih ingat polemik kasus persengketaan 45 hektare tanah di Pinang dekat kawasan Alam Sutera pada Agustus tahun lalu? Kasus tersebut kini ternyata sudah masuk ke ranah pidana.

Sebab, satu dari dua kubu yang berseteru yakni D, dibekuk Polres Metro Tangerang Kota.

Ternyata D yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tersebut menggunakan surat palsu kepemilikan tanah selebar 45 hektare di pinang tersebut.

Usut punya usut, ini terjadi pada April 2020 lalu di mana tersangka inisial D melakukan gugatan ke tersangka M terkait kepemilikan tanah di dekat Alam Sutera, Tangerang.

Dari penyelidikan didapati cara tersebut merupakan intrik semata dari para pelaku.

"Tersangka D menggugat perdata si M sendiri. Ini adalah bentuk mafia mereka. Sesama mereka satu jaringan mereka ngegugat untuk bisa menguasai tanah tersebut untuk melawan PT TM atau warga masyarakat di situ," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polres Metro Tangerang Kota, Selasa (13/4/2021).

Yusri mengatakan gugatan yang dilayangkan oleh D ke M tersebut sudah diatur keduanya bersama satu tersangka lainnya.

Satu tersangka itu diketahui merupakan seorang pengacara keduanya.

"Dua-duanya mengatur untuk menggugat di perdata, diatur oleh mereka sendiri. Si D menggugat dengan menggunakan SK 67 menggugat si M, tapi bahan-bahan yang digugat itu sudah diatur oleh pengacaranya," jelas Yusri.

Halaman
123
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved