Kondisi Desa Tempat Guru Honorer Andik Santoso Mengajar Terisolasi, Lewati 3 Sungai Tanpa Jembatan

Kondisi desa tempat guru honorer Andik Santoso mengajar seakan terisolasi, motor sering rusak, kini mendapat motor baru dari Pak Polisi.

Editor: Suharno
TRIBUN VIDEO
Kondisi desa tempat guru honorer Andik Santoso layaknya daerah yang terisolasi. 

Sebagian masyarakat pun mengaku, lantaran jalan yang kurang layak, bagi warga yang akan melahirkan harus ditandu selama 2 jam untuk mendapatkan kendaraan.

Kondisi itu pun membuat Aipda Purnomo prihatin dan mengapresiasi perjuangan warga setempat.

"Luar biasa sekali perjuangan warga pelosok di wilayah Jombang ini," pungkasnya.

Diberi Hadiah Sepeda Motor

Perjuangan Andik Santoso sebagai guru honorer patut diacungi jempol.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Jambret Kalung Emas, Setelah Ditelusuri Ternyata Kalung Imitasi

Meski hanya mendapat upah Rp 300 ribu perbulan sebagai guru honorer, Andik Santoso tetap semangat mengajar di daerah atau desa pelosok.

Kini, sang guru honorer, Andik Santoso mendapatkan hadiah motor trail dari Ajun Inspektur Polisi Dua (AIPDA) Purnomo (41).

Andik Santoso, seorang guru honorer yang rela mengajar di pelosok dengan menyeberangi tiga jembatan.
Andik Santoso, seorang guru honorer yang rela mengajar di pelosok dengan menyeberangi tiga jembatan. (Dok Aipda Purnomo)

Saat dikonfirmasi, Purnomo berniat memberikan motor trail kepada Andik karena dedikasinya dalam mengajar anak bangsa.

Diketahui Andi mengajar di Sekolah Dasar Negeri Jipurapah 2, Kedung Dendeng, Kecamatan Plandaan, Jombang, Jawa Timur.

Baca juga: Viral Pengantin Sudah Hamil Delapan Bulan, MUA Beri Pengakuan: Takut Kenapa-napa

Sementara, dirinya tinggal di Lamongan, Jawa Timur yang berjarak 13 Km atau sekira 90 menit dari lokasi mengajarnya.

Meski mengajar di pelosok Jombang, Andi rela menjalaninya hingga 17 tahun lamanya.

Dijelaskan Punomo, perjuangan Andik saat berangkat menuju ke tempat mengajarkan sangatlah melelahkan.

Andik harus menyeberangi tiga sungai tanpa jembatan terlebih dahulu untuk sampai di SDN Jipurapah.

Baca juga: Kecelakaan di Jakarta, Bus Transjakarta Tabrak Pejalan Kaki, Korban Tewas, Sopir Kaget

"(Andik) melewati tiga sungai tanpa jembatan, yang kalau musim hujan miris, karena harus tetep dilewati dan itu akses satu satunya," ujar Purnomo.

Tak hanya itu, dirinya harus dapat melewati jalanan berlumpur yang dapat menjebak ban motornya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved