Breaking News:

Mapolsek Ciracas Dirusak

Prada Ilham Dituntut 1,5 Tahun Penjara dan Dipecat dari TNI dalam Kasus Perusakan Polsek Ciracas

Prada Muhammad Ilham dituntut pidana penjara 1,5 tahun dan pemecatan dalam kasus perusakan Polsek Ciracas, Jakarta Timur pada 29 Agustus 2020

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Suasana jalannya sidang perdana Prada Muhammad Ilham di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Kamis (14/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Prada Muhammad Ilham dituntut pidana penjara 1,5 tahun dan pemecatan dalam kasus perusakan Polsek Ciracas, Polres Metro Jakarta Timur pada 29 Agustus 2020 lalu.

Dalam sidang tuntutan yang digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Kamis (15/4/2021), Oditur II-07 Jakarta menyatakan Prada Ilham bersalah karena menyebarkan berita bohong.

Yakni bahwa dia mengaku dikeroyok sejumlah warga di kawasan Arundina, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas sehingga menyulut emosi oknum anggota TNI lalu merusak Polsek Ciracas.

Oleh Oditur Militer yang merupakan pihak Penuntut Umum atau Jaksa dalam peradilan Militer, Prada Ilham disangkakan pasal 14 ayat 1 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

"Kami mohon agar Majelis Hakim Pengadilan Militer menjatuhkan terdakwa hukuman dengan hukuman pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan dikurang selama terdakwa dalam masa tahanan sementara," kata Oditur Militer di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Kamis (15/4/2021).

Kepada Majelis Hakim Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Oditur Militer juga meminta Prada Ilham dipecat dari kesatuan TNI Angkatan Darat (AD) atas perbuatan tindak pidana pemberitahuan bohong.

"Pidana tambahan dipecat dari dinas militer cq TNI Angkatan Darat. Mohon agar terdakwa ditahan," ujar Oditur Militer.

Setelah pembacaan tuntutan tersebut Majelis Hakim Pengadilan Militer II-08 Jakarta apakah akan menempuh langkah hukum mengajukan pembelaan pada sidang lanjutan atau menerima.

Prada Ilham dan penasihat hukumnya pun menyatakan bakal menyampaikan pembelaan atas tuntutan Oditur Militer pada sidang lanjutan yang dijadwalkan digelar pada Kamis (22/4/2021).

Baca juga: Sandi Petugas Damkar Depok Disodorkan 35 Pertanyaan Terkait Pengadaan Sepatu yang Diduga Dikorupsi

Baca juga: Bus Gagal Menyalip Motor, Seorang Gadis Tewas Terlindas di Tangerang

Baca juga: Kejari Depok Sudah Periksa 9 Orang Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Sepatu di Dinas Damkar

"Izin, Yang Mulia, saya melakukan pembelaan," tutur Prada Ilham.

Sebagai informasi, dalam kasus perusakan Polsek Ciracas pada 29 Agustus 2020 penyidik Pusat Polisi Militer (Puspom) menetapkan 77 oknum anggota TNI jadi tersangka, termasuk Prada Ilham.

Rinciannya 67 oknum anggota TNI AD, 9 oknum anggota TNI AL, dan 1 oknum anggota TNI AU yang semuanya kini sudah bersatus terdakwa dan menjalani proses persidangan di Pengadilan Militer.

Beda dengan Prada Ilham yang disangkakan menyebarkan berita bohong, 76 oknum anggota TNI lain disangkakan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama terhadap orang atau barang, lalu 406 KUHP tentang Perusakan, lalu​ 351 KUHP tentang Penganiayaan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved