Breaking News:

Dugaan Korupsi di Damkar Depok

Sandi Petugas Damkar Depok Disodorkan 35 Pertanyaan Terkait Pengadaan Sepatu yang Diduga Dikorupsi

Sandi, petugas Damkar Depok yang tengah viral usai berani membongkar dugaan praktik korupsi di tempatnya bekerja, mendatangi Kejaksaan Negeri Depok

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Muhammad Zulfikar
Istimewa
Sandi ketika diwawancarai 35 pertanyaan di Kejari Depok, Cilodong. 

Kepada wartawan, Sandi menjelaskan bahwa dirinya hanya memperjuangkan haknya, sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan.

“Kalau untuk motif saya hanya memperjuangkan hak dan memang apa adanya kenyataan fakta di lapangan untuk pengadaan barang Damkar itu hampir semua tidak sesuai spek yang kita terima, tapi kita dituntut bekerja 100 persen, tapi barang-barang yang kita terima itu tidak 100 persen,” katanya melalui sambungan telepon, Jumat (9/4/2021) beberapa hari lalu.

“Kita tahulah anggota lapangan kita tahu kualitas, seperti harga selang dia bilang harganya jutaan rupiah, akan tetapi selang sekali pakai hanya beberapa tekanan saja sudah jebol,” timpalnya mengeluh.

Tak hanya itu, Sandi juga berujar bahwa hak-hak upah yang diterimanya tidak pernah utuh, lantaran mendapat potongan.

“Hak-hak kita, pernah merasakan anggota disuruh tanda tangan Rp 1,8 juta, menerima uangnya setengahnya Rp 850 ribu. Waktu itu dana untuk nyemprot waktu zaman awal Covid-19 kemarin kita disuruh nyemprot segala macam,” pungkasnya.

Penampakan sepatu PDL Dinas Damkar Kota Depok yang diduga pembeliannya dikorupsi.
Penampakan sepatu PDL Dinas Damkar Kota Depok yang diduga pembeliannya dikorupsi. (Istimewa)

9 orang diperiksa

Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, Herlangga Wisnu, mengatakan, total pihaknya sudah memeriksa sembilan orang terkait dugaan praktik korupsi pengadaan sepatu PDL di Dinas Damkar Kota Depok.

“Hingga hari ini sudah sembilan orang. Kami belum bisa memberitahukan terkait materinya ya,” ujar Herlangga di Kejari Depok, Kamis (15/4/2021).

Hari ini juga, pihaknya memanggil lima orang untuk dimintai keterangan.

Namun, dari lima orang yang dipanggil, hanya dua yang menyanggupi hadir dan menjalani pemeriksaan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved