Breaking News:

Ramadan 2021

Sejarah Berdirinya Masjid Jami Assalafiyah: Dibangun Tahun 1620 Setelah Pangeran Jayakarta Tiba

Masjid Jami Assalafiyah cukup tersohor diberbagai penjuru Pulau Jawa lantaran berada di areal makam Pangeran Jayakarta.

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH
Masjid Jami Assalafiyah, masjid yang berada di areal makam Pangeran Jayakarta, Pulogadung, Jakarta Timur 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Bagi Anda yang melintas di kawasan Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur tentu sudah mengetahui keberadaan Masjid Jami Assalafiyah.

Yap, Masjid Jami Assalafiyah cukup tersohor diberbagai penjuru Pulau Jawa lantaran berada di areal makam Pangeran Jayakarta.

Berada tepat di sisi kiri makam Pangeran Jayakarta, membuat masjid ini juga banyak didatangi peziarah dari mancanegara.

Lantas bagaimana dengan sejarah dibalik pembangunan masjid tersebut?

Ketika disambangi TribunJakarta.com, suasana masjid tampak rapi.

Masjid Jami Assalafiyah, masjid yang berada di areal makam Pangeran Jayakarta, Pulogadung, Jakarta Timur
Masjid Jami Assalafiyah, masjid yang berada di areal makam Pangeran Jayakarta, Pulogadung, Jakarta Timur (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH)

Berbagai imbauan terkait protokol kesehatan sudah diterapkan di Masjid Jami Assalafiyah.

Dua buah tempat cuci tangan di areal depan masjid, seolah menjadi pertanda agar protokol kesehatan diterapkan oleh tiap jemaah yang datang.

Baca juga: Jakarta Pusat Diguyur Hujan Deras, Pohon Besar Tumbang Menimpa Kabel Listrik

Baca juga: Pengakuan Pilu Gadis SMP Dipaksa Bercinta oleh Anak Anggota DPRD Kota Bekasi, Korban Sering Dipukul

Baca juga: Kenal Dicomblangi Teman, Cerita Korban Pencabulan Anak Anggota DPRD Bekasi: Sering Dipukul dan Maksa

Suhendar selaku Ketua Masjid Jami Assalafiyah menuturkan keberadaan masjid ini sangat erat kaitannya dengan Pangeran Jayakarta atau lebih dikenal dengan nama Achmad Djakerta pada masanya.

Pasalnya, Masjid Jami Assalafiyah dibangun usai Pangeran Jayakarta tiba di kawasan Jatinegara Kaum dari pelariannya untuk menghindari Belanda.

Halaman
12
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved