Breaking News:

Gadis SMP Korban Pelecehan

9 Bulan Pacaran, Siswi SMP Digauli Anak Anggota DPRD Kena Penyakit Menular: Kerap Alami Kekerasan

sembilan bulan menjalani hubungan, remaja perempuan berinsial PU (15) diduga mengalami pemerkosaan yang dilakukan pemuda AT (21), anak anggota DPRD.

tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi Pelecehan Seksual. Siswi SMP Digauli Anak Anggota DPRD Kena Penyakit Menular. 

"Aku udah sering dipukulin sama dia tapi aku enggak cerita sama orangtua. Baru ini aja aku jelasin," tutur PU.

PU pun mengaku diajak berhubungan intim oleh terduga pelaku, bahkan memaksanya.

"Wwalnya dia minta, terus maksa," ucap PU.

PU Jarang Pulang dan Suka Berdandan

D, ayah korban, mendapati perubahan perilaku dalam diri anaknya sejak PU mengenal terduga pelaku AT.

Selama periode itu, D mengamati betul perubahan sikap anaknya, seperti lebih suka berhias dan jarang pulang.

"Saya memantau tapi saya tidak menekan anak saya karena saya maklumi dia masih usia labil," ucap D.

Baca juga: Ayah Korban Tindakan Asusila di Bekasi Tutup Pintu Perdamaian, Hukum Harus Ditegakkan

"Saya melihat perubahan diri dari mulai kosmetik, jarang pulang dan sering beralasan bohongi saya," D menambahkan.

Terakhir kali PU tidak pulang ke rumah selama satu minggu.

D sempat berusaha mencari dan menghubungi anaknya, tetapi selalu dibohongi dengan segudang alasan.

"Saya tanya posisinya, lalu jawabannya berbeda. Sudah jelas ada perubahan di diri anak saya sudah keliatan," ucapnya.

Perubahan sikap tidak lain karena pengaruh terduga pelaku AT.

Terungkap, rupanya terduga pelaku sempat melarang korban pulang.

"Anak saya terakhir tidak pulang satu minggu ke rumah," ucap D.

Ia pun kehilangan jejak, tapi di luar dugaan PU pulang ke rumah.

"Saya tanya kenapa tidak pulang-pulang, anak saya bilang dia dilarang pulang (sama terduga pelaku)," ungkap D.

Seringkali D menasihati tapi tetapi tetap saja belum berhasil menjauhi PU dari pengaruh terduga pelaku AT.

"Sempat saya ingatkan, kalau masih mau diurus sama orangtua ikuti kata orang tua," begitu pesan D kepada PU.

Pasanya, PU yang masih anak berada di bawah pertanggungjawaban orangtua.

D sempat menyita ponsel PU, tapi malah keluarga sulit berkomunikasi dengannya. (tribunjakarta k hasjanah/yusuf bachtiar)

Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Siti Nawiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved