Breaking News:

Info Kesehatan

Ingin Anak Tumbuh Jadi Pintar, Kuat dan Tinggi? Perhatikan Asupan Gizi yang Seimbang!

Untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak, orangtua harus memperhatikan menu berkualitas tinggi bagi anak.

TribunJakarta/Afriyani Garnis
Anak-anak yang sedang bermain di TPA Negeri Yos Sudarso yang terletak pada lantai dasar Blok R Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kamis (1/3/ 2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Memiliki buah hati yang tumbuh menjadi anak pintar, kuat dan tinggi merupakan dambaan setiap orangtua.

Untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak, orangtua harus memperhatikan menu berkualitas tinggi bagi anak.

Hasil riset The South East Asian Nutrition Surveys (SEANUTS) menunjukkan bahwa angka malnutrisi di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan Riskesdas 2018, sebanyak 2 provinsi mempunyai prevalensi stunting di atas 40%, yang tergolong sangat tinggi; 18 provinsi mempunyai prevalensi stunting antara 30-40 % yang tergolong tinggi.

Hal ini didasari karena kualitas asupan gizi yang masih kurang maksimal dimana kebanyakan anak usia pertumbuhan di Indonesia memiliki asupan proporsi protein hewani yang lebih rendah, yakni sejumlah 30% dibandingkan protein nabati yang dibutuhkan sejumlah 70%.

Padahal, agar anak dapat berkembang dengan maksimal, harus mendapatkan asupan gizi yang seimbang.

Salah satu kandungan penting dan kaya manfaat yang seringkali luput dari perhatian adalah 9AAE.

Baca juga: Puluhan Ikan Milik Irfan Hakim Mati, Benarkah Karena Guna-guna? Ini Kata Syeikh Ahmad Al Misri

Baca juga: Nasib Pilu Pria di Kalsel Jelang Buka Puasa, Temukan Bercak Darah Ternyata Bersumber dari Jasad Adik

"Proses tumbuh kembang anak pada 1000 hari pertama kehidupan merupakan masa emas yang tidak bisa diulang. Oleh karena itu dibutuhkan perhatian khusus dari orangtua terutama dalam penyediaan asupan gizi yang optimal," ucap Specialized Nutrition Director PT Frisian Flag Indonesia William Lumentut dalam pers virtual pada Kamis (15/4).

Kandungan 9AAE sangat penting karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, sehingga harus dipenuhi dari sumber protein hewani seperti daging, ikan, ayam, telur atau susu.

Menurut studi yang dilakukan oleh National Center for Biotechnology Information, kekurangan satu jenis 9AAE dapat menurunkan kinerja hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar -34% dan sampai dengan -50% apabila keseluruhan 9AAE tidak terpenuhi.

Hal ini berarti bahwa kekurangan 9AAE sangat berpengaruh pada pertumbuhan anak.

Baca juga: Cara Mudah Hidrasi Kulit di Rumah Selama Puasa

Baca juga: 15 Amalan Ini Bisa Jadi Penghapus Dosa di Bulan Ramadan, Mana yang Sudah Dikerjakan?

"Kami terus berkomitmen menjadi mitra bagi para orangtua menyediakan kebutuhan gizi yang berkualitas dan terjangkau," imbuh William.

Adapun, Paula Verhoeven, public figure dan juga seorang ibu menyampaikan bahwa 9AAE ini bisa menjadi game changer untuk para ibu agar lebih ‘melek’ dalam menentukan produk bernutrisi tinggi dan berkualitas untuk anak-anak.

“Aku selalu menjadikan patokan informasi yang dikeluarkan oleh sumber terpercaya seperti dari dokter atau ahli gizi ataupun instansi yang kredibel supaya tidak salah dalam memberikan asupan yang terbaik untuk Kiano,” ujar Paula Verhoeven.

Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved