Sisi Lain Metropolitan
Rumah Bersejarah Milik Mendiang Achmad Soebardjo Dijual Senilai Rp200 Miliar, Ini Kata Keluarga
Rumah mendiang Menteri Luar Negeri pertama RI, Achmad Soebardjo dijual seharga Rp 200 miliar dengan luas 2.916 meter dan luas bangunan 1.676 meter.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Septiana
Kisah Achmad Soebardjo membeli rumah di Cikini
Rumah tua berlanggam kolonial di tepi Jalan Cikini Raya itu masih berdiri kokoh di tengah modernisasi.
Meski usianya sudah ratusan tahun, pesonanya tak habis digerus waktu yang berderap maju.
Bangunan itu juga memiliki segudang cerita tentang perjuangan seorang bapak Bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini.
Pemilik rumah tua itu ialah mendiang Achmad Soebardjo, Menteri Luar Negeri Pertama Republik Indonesia (RI).
Saya sempat menyambangi rumah zaman Belanda yang beralamat di Jalan Cikini Raya No. 82, Menteng, Jakarta Pusat, itu usai mendengar keriuhan di media sosial.
Gonjang ganjing dijualnya rumah Achmad Soebardjo seketika riuh terdengar di jagat maya. Sebagian besar warganet menyayangkan kabar itu karena sarat akan nilai historis.
Baca juga: Tabrakan 2 Pemotor di Duren Sawit, Motor Menghantam Beton Pembatas Jalan: 1 Orang Tewas
Di halaman rumah, saya bertemu dengan Bambang, salah satu cucu Achmad Soebardjo.
Dengan ramah, ia lalu mengajak saya untuk menemui anak pertama dari Achmad Soebardjo bernama Laksmi Pudjiwati Insia (85) di ruang tamu.
Ruang tamu rumah itu sangatlah megah. Saat pertama kali melangkahkan kaki ke dalam ruang tamu, nuansa zaman dulunya terasa. Ada enam jendela dengan kusen berukuran besar terpajang di depan ruang tamu.
Ciri khas rumah belanda lainnya yang saya rasakan ketika masuk ialah plafon rumah yang sangat tinggi tak seperti rumah zaman sekarang.
Ruang tamu yang besar seakan membuat tubuh saya terasa kecil. Ruangan pun terasa sejuk karena sirkulasi udara yang baik.
Di ruang tamu, terdapat sejumlah perabotan tua seperti sejumlah kursi, meja, lampu gantung dan sebuah cermin di dinding. Rumah ini terdiri dari empat kamar dan satu kamar mandi.
Bambang bercerita bahwa plafon rumah ini terbuat dari kayu jati besi yang sudah berusia hampir 300 tahun. Saat kepala saya menengadah ke atas, terlihat plafon bercat putih itu sudah lapuk.
Semenjak Achmad Soebardjo tutup usia, rumah itu ditinggali oleh anak dan cucunya. Kini, ada tiga keluarga yang masih mendiami rumah tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/rumah-achmad-soebardjo-1.jpg)