Pelanggan Tusuk PSK Online

Dapat Pelanggan Gaya Perlente tapi Kere, Nasib PSK Kencan di Apartemen Malah Ditusuk Belasan Kali

Ketika mendapat pelanggan yang dikiranya perlente karena mau diajak bercinta di apartemen, ternyata dia harus mendapat tusukan 14 kali.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Elga H Putra
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Djodi, tersangka kasus penganiayaan PSK online saat gelar rilis di Mapolres Tangsel, Serpong, Kamis (22/4/2021). Ketika mendapat pelanggan yang dikiranya perlente karena mau diajak bercinta di apartemen, ternyata PSK ini harus mendapat tusukan 14 kali. 

Tak Punya Uang

Peristiwa berdarah itu bermula ketika Djodi memesan M melalui aplikasi MiChat untuk kencan semalaman dengan tarif Rp 300 ribu, pada 13 April 2021.

Semalaman mereka habiskan waktu berdua di kamar Apartemen Green Lake View, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel).

Matahari mulai tinggi, keduanya bangun dari lelap tidur kelelahan, pada 14 April 2021.

M menagih kesepakatan mereka semalam. Namun Djodi ingkar. Ia hanya mampu membyarkan setengahnya.

Rilis kasus penganiayaan terhadap PSK di Mapolres Tangsel, Jalan Raya Promoter, Serpong, Tangsel, Kamis (22/4/2021).
Rilis kasus penganiayaan terhadap PSK di Mapolres Tangsel, Jalan Raya Promoter, Serpong, Tangsel, Kamis (22/4/2021). (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

Djodi mengaku tidak punya cukup uang. Namun ia nekat memesan M demi memuaskan berahinya.

"Disepakati 300 ribu, dibayarnya 150 ribu. Karena enggak punya duit," ujar Iman.

M pun tetap menagih haknya. Sementara, Djodi bukannya membayar sisa kesepatakan, malah naik pitam.

Pria yang bekerja sehari-hari sebagai sekuriti kompleks perumahan itu mengambil pisau yang sudah dibawanya dan menghujamkannya ke tubuh M.

Baca juga: Main ke Rumah Biduan, Remaja Laki Dicekoki Miras, Dipaksa Jadi Pemuas Hasrat Janda Haus Sentuhan

Total, Djodi menusuk M sebanyak 14 kali secara membabi buta.

Iman menyebut pisau yang dibawa Djodi awalnya hanya untuk berjaga-jaga.

"Sudah dipersiapkan tersangka,

Awalnya menurut tersangka untuk menakut-nakuti saja," katanya.

Tak hanya menganiaya, Djodi juga membawa kabur ponsel milik M.

Di hari yang sama, aparat kepolisian meringkus Djodi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved