Didatangi Polisi, Pria di Tangsel Ini Ceburkan Diri Hingga Tenggelam di Danau

Mulanya, S sedang mandi di rumahnya. Dari dalam kamar mandi, ia mendengar ada aparat kepolisian datang berbicara dengan ibunya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Muhammad Zulfikar
Istimewa
Pencarian jasad tenggelam di danau kawasan Lubana Sengkol, Kranggan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel) pada Selasa (27/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Seorang pria berinsial S (31), tenggelam di danau kawasan Lubana Sengkol, Kranggan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel) pada Senin (26/4/2021) petang.

Kapolsek Cisauk, AKP Fahad Hafidhulhaq menjelaskan kronologi sampai S bisa tenggelam dan jasadnya belum ditemukan hingga hari ini, Selasa (27/4/2021).

Mulanya, S sedang mandi di rumahnya. Dari dalam kamar mandi, ia mendengar ada aparat kepolisian datang berbicara dengan ibunya.

Aparat yang berbicara tentang penyalahgunaan narkotika itu mencari S.

"Jadi ada dua orang polisi belum tahu dari mana datang ke rumah itu. Posisi korban saat itu sedang mandi. Kemudian polisi itu melakukan percakapan dengan ibunya korban, mencari korban nanya keberadaan korban," ujar Fahad melalui sambungan telepon.

Baca juga: Nomor Ponsel Wagub DKI Diretas dan Digunakan untuk Penipuan

Baca juga: Dinas Perhubungan DKI Jakarta Alihkan Arus Lalu Lintas di Jalan Gadjah Mada Hingga 31 Mei 2021

Baca juga: Pihak Bandara Soekarno-Hatta Selidiki 2 Oknum yang Meloloskan Penumpang dari India Tanpa Karantina

S yang sedang mandi panik melarikan diri tanpa sempat memakai baju dan celana.

"Rupanya korban mendengar pembicaraan itu. Ketakutan dia hanya pakai celana dalam dia lompat dari pagar, lari, hanya memakai celana  dalam lari menuju ke pinggir arah (danau) galian pasir," ujarnya.

Fahad menjelaskan, posisi danau dengan rumah S sudah cukup jauh, sekira satu kilometer.

"Di situ sempat diteriaki maling. Tapi di situ ada salah seorang warga yang mengenal dia. Kemudian dia minta minum karena kabur lumayan jauh juga dia," papar Fahad.

Namun, entah apa yang dipikirkan S, ketika sudah bebas dari pengajaran, ia malah menceburkan diri ke danau.

"Setelah minum dia apakah ketakutan ada hal lain semacam parno atau gimana dia nyebur ke danau."

"Polisi enggak nyamperin. Polisi setelah ke rumahnya kabur ya sudah. Dia hanya menggeledah rumahnya tidak ditemukan apa-apa balik kanan," paparnya.

Fahad mengatakan, sejumlah instansi menerjunkan Tim SAR guna menemukan jasad S di danau Lubana Sengkol. Namun sampai berita ini selesai ditulis, jasad belum ditemukan.

"Dari tadi malam evakuasi pencarian belum dapat. Hari ini dimulai dari jam delapan sampai sekarang belum dapat," jelasnya. 

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved