Pihak Bandara Soekarno-Hatta Selidiki 2 Oknum yang Meloloskan Penumpang dari India Tanpa Karantina

WNI berinsial JD tersebut membayar sampai jutaan rupiah kepada oknum pegawai di Bandara Soekarno-Hatta yakni S dan RW supaya bisa lolos karantina

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Sebanyak 32 warga negara asing (WNA) asal India dipulangkan ke negara asalnya dari Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (25/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Utama (KCU) Bandara Soekarno-Hatta menyelidiki soal penangkapan pegawai di bandar udara tersebut yang terlibat mafia pelolosan warga negara Indonesia (WNI) yang datang dari India tanpa karantina.

Sebab, Polda Metro Jaya meringkus tiga orang yang diduga terseret kasus pelanggaran kekarantinaan kesehatan.

Bahwasanya, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) dari India pernah lolos tidak melakukan karantina selama 5 hari setibanya di Bandara Soekarno-Hatta.

Ternyata, WNI berinsial JD tersebut membayar sampai jutaan rupiah kepada oknum pegawai di Bandara Soekarno-Hatta yakni S dan RW supaya bisa lolos karantina.

Namun, sampai sekarang instansi dari S dan RW yang diamankan Polda Metro Jaya itu masih teka-teki.

Senior Manager of Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, M Holik Muwardi mengaku kalau pihaknya belum bisa memberikan tanggapan soal fakta di atas.

Lantaran, PT Angkasa Pura II sedang menggali informasi lebih dalam.

"Untuk ini kami sedang menggali informasi jadi mohon maaf belum ada tanggapan," kata Holik saat dihubungi, Selasa (27/4/2021).

Pasalnya, jajarannya sedang berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mencari informasi dari instansi mana oknum tersebut.

"Yang meriksa di pihak kepolisian, jadi kami juga belum diinfo," sambung Holik.

Bila nanti sudah mendapatkan titik terang, Holik menjelaskan sanksi berat akan diberikan kepada oknum S dan RW dari instansi masing-masing.

"Kami masih mencari tahu juga S dan RW ini karyawan dari instansi mana, untuk punishment tentu dari instansinya yang memberikan," ungkap Holik.

Baca juga: Dinas Perhubungan DKI Jakarta Alihkan Arus Lalu Lintas di Jalan Gadjah Mada Hingga 31 Mei 2021

Baca juga: Nomor Ponsel Wagub DKI Diretas dan Digunakan untuk Penipuan

Baca juga: Pengemudi Avanza Tabrak Separator Busway di Pulogadung, Satu Orang Dilarikan ke RS

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya meringkus dua orang pegawai di Bandara Soekarno-Hatta yang meloloskan WNA India agar tidak menjalani karantina selama lima hari.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus membeberkan fakta seorang warga negara Indonesia (WNI) dari India berinisial JD lolos dari karantina selama 5 hari.

JD lolos berkat bantuan dua orang berinisial S dan RW yang mengaku sebagai pegawai Bandara Soekarno-Hatta.

"Kalau pengakuan dia (S dan RW) kepada JD, dia adalah pegawai bandara. Ngakunya doang. Dia sama anaknya. RW itu anaknya S," jelasnya.

Untuk bisa lolos dari karantina Covid-19, JD membayar uang Rp 6,5 juta pada S. Lalu, S membantu JD lepas dari kewajiban karantina setelah mendarat dari India.

Yusri mengatakan, penyidik masih menyelidiki modus operandi S dan RW. 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved