Ramadan Story
Cerita Lurah Kayu Putih Mulai Berpuasa Sejak Kecil, Kerap Dihadiahi Buku untuk Semangat Berpuasa
Rasa haus dan lapar yang datang kadang kala membuat kita ingin membatalkannya, apalagi ketika berusia 6 tahun.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
Buku cerita yang pernah dibacanya kembali diulang dan dihayati kembali.
Ia menyebut cara tersebut sangat ampuh karena membuat waktu berjalan seolah cepat.
"Buku-buku itu juga menjadi pengalih bhat aku. Pas lagi lapar ya aku bawa buku aja dan ternyata waktu kayak berjalan cepat," katanya.
Selanjutnya, bila masih sore ia akan menghabiskan waktunya dengan bermain bersama tiga saudaranya.
Kemudian membantu ibunya untuk memasak jelang waktu berbuka.
Sebagai sulung dari empat bersaudara, ia ingin menjadi contoh yang baik untuk ketiga adiknya.
Membiasakan diri dengan hal yang baik membuatnya kian senang.
Baca juga: Klaster Perkantoran Meroket, Gubernur Anies: Mari Bukber di Rumah
"Kemudian menghabiskan waktu dengan membaca buku dan mengalihkan dengan main bersama adik dan membantu mama masak," ucapnya.
Menu favorit
Menjalani hidup di keluarga yang sederhana, membuat Artika tak membiasakan dirinya dengan hal yang berlebih, termasuk dalam hal makanan.
Perkara makanan untuk sahur dan berbuka, Artika memang memiliki menu favorit.
Namun tak disangka menu tersebut justru mudah didapatkan dan sangat terjangkau.
Telur. Yap, telur menjadi makanan favoritnya.
Dikocok dalam sebuah wadah, telur dadar menjadi makanan yang wajib tiap kali ia sahur.
"Aku suka telur dadar untuk sahur. Tapi kalai buka puasa, mungkin sama ya denhan yang lain, teh manis hangat, kurma, lalu es buah," katanya.
"Namun yang pasti harus ada sayur dan buah. Minum air putih jangan lupa, biar ga dehidrasi. Simpel dan enggak harus mahal, tapi harus bisa support tubuh kita untuk aktivitas seharian," ujarnya.