Breaking News:

Mengatasi Stretch Mark Dengan Plasma Darah, Ini Penjelasan Dokter

Mengatasi masalah stretch mark dengan perawatan Platelet-Rich Plasma atau PRP yang mana dilakukan dengan memanfaatkan plasma darah

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Erik Sinaga
AsmaraKu
Ilustrasi Stretch Mark. 

Ada dua jenis stretch mark yang biasa dialami wanita. Diantranya adalah striae rubra atau striae alba.

Dijelaskan dr Dara, Striae rubra berbentuk guratan garis putih memanjang, berbatas tegas, banyak dan simetris. Biasanya, guratan tipe ini berwarna merah hingga ungu dengan tekstur garis yang menonjol.

Sedangkan striae alba merupakan kondisi guratan yang lebih parah. Ditandai dengan garis hipopigmentasi dan terjadinya atrofi pada epidermis dan dermis.

Ciri-ciri pada stretch mark tipe ini, biasanya ditandai dengan membentuk garis cekung, berkerut dan berwarna putih. 

"Tentunya darah yang diambil dari tubuh pasien diolah terlebih dahulu dengan teknologi khusus sehingga mendapatkan plasma darah kaya trombosit yang lebih banyak 5-10 kali lipat dari konsentrasi normal. Pada ZAP Clinic, plasma darah akan diaktivasi dengan alat activator PRP agar dapat bekerja lebih efektif," kata dia.

Baca juga: Kulit Kering Saat Puasa, Atasi Dengan Cara Ini

Namun, ternyata tidak semua darah bisa digunakan untuk perawatan PRP.

Setelah darah diambil, dokter akan terlebih dahulu memeriksa kualitas darah dan plasmanya.

Kualitas ini ditentukan dari kesehatan tubuh pasien, termasuk dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi dan pola hidup yang dijalankan pasien.

Baca juga: Musim Kemarau Datang, Perawatan Kulit Wajah Harus Maksimal

Jika kualitasnya tidak bagus, maka perawatan PRP yang dilakukan pun hasilnya tidak akan maksimal.

Beberapa kondisi yang tidak diperkenankan untuk menjalani perawatan PRP ini, antara lain seperti orang dengan HIV/AIDS, riwayat hepatitis B & C, kanker, hamil, dan adanya riwayat gangguan trombosit.

Baca juga: Cara Mudah Hidrasi Kulit di Rumah Selama Puasa

Di ZAP Clinic, proses perawatan ini akan memakan waktu sekitar 30 menit.

Setelah melakukan perawatan, pasien dianjurkan untuk tidak membasuh area tindakan minimal selama empat jam.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved