Kurir Narkoba Antartarpulau Diciduk di Bandara Soekarno-Hatta, Simpan Sabu di Dalam Sol Sandal

Polresta Bandara Soekarno-Hatta meringkus seorang penumpang pesawat terbang yang menyimpan narkotika jenis sabu di dalam sol sandal.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Ega Alfreda
Polresta Bandara Soekarno-Hatta meringkus seorang penumpang pesawat terbang yang menyimpan narkotika jenis sabu di dalam sol sepatu, Jumat (30/4/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Polresta Bandara Soekarno-Hatta meringkus seorang penumpang pesawat terbang yang menyimpan narkotika jenis sabu di dalam sol sandal.

Adalah DS penumpang pesawat yang melakukan transit di Bandara Soekarno-Hatta.

DS diamankan Polisi lantaran kedapatan menyelundupkan 500 gram narkotika jenis sabu dari Medan, Sumatera Utara.

Diketahui, barang haram tersebut akan dibawa dan diedarkan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Namun, saat transit di Bandara Soekarno-Hatta, DS diamankan polisi.

Wakapolresta Bandara Soekarno-Hatta, AKBP Yessi Kurniati mengatakan, penangkapan DS bermula dari laporan masyarakat yang melihat gerak-gerik mencurigakannya.

Polresta Bandara Soekarno-Hatta meringkus seorang penumpang pesawat terbang yang menyimpan narkotika jenis sabu di dalam sol sepatu, Jumat (30/4/2021)
Polresta Bandara Soekarno-Hatta meringkus seorang penumpang pesawat terbang yang menyimpan narkotika jenis sabu di dalam sol sepatu, Jumat (30/4/2021) (TribunJakarta/Ega Alfreda)

"Dari laporan tersebut ditemukan salah satu penumpang yang mencurigakan, kemudian dilakukan penggeledahan yang kemudian didapati barang yang diduga narkotika jenis sabu yang disembunyikan di dalam sol sandal yang bersangkutan," terang Yessi, Jumat (30/4/2021).

Yessi menuturkan, setelah dilakukan pemeriksaan yang mendalam, petugas menemukan benda yang dibungkus plastik bening di sol sandal milik pelaku. 

Benda tersebut adalah narkotika jenis sabu seberat 500 gram.

"Modusnya dengan membawa barang haram yang diselipkan di sol sandal, masing-masing 250 gram. Kita baru amankan satu orang sebagai kurir, yang memberikan perintah, masih kita lakukan penyidikan," ujar Yessi.

Kepada Polisi, DS mengaku telah dua kali berhasil menyelundupkan sabu dengan modus yang sama ke Lombok, NTB.

Setiap berhasil menyelundupkan narkotika, DS mendapat upah Rp 25 juta.

"Ini kali ketiga, dua kali sebelumnya selalu lolos tidak diketahui. Ini jaringan pengedar narkoba antar pulau," ujar Yessi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved