Breaking News:

Polisi Amankan 22 Anggota Anarko di Tengah Aksi Unjuk Rasa Buruh

Sebanyak 22 anak dari kelompok Anarko diamankan tim Polda Metro Jaya di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat.

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat diwawancarai terkait prostitusi di Hotel Reddoorz TIS Square, Jakarta Selatan, Jumat (23/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sebanyak 22 anak dari kelompok Anarko diamankan tim Polda Metro Jaya di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat.

Mereka diduga menyusup ke dalam massa aksi buruh yang sedang berdemontrasi saat Hari Buruh pada Sabtu (1/5/2021).

"Sebanyak 22 orang anak anarko diamankan," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan.

Puluhan orang itu diamankan lantaran dicurigai akan melakukan provokasi dan menggelar kericuhan selepas massa buruh berunjuk rasa.

"Mereka biasa diduga ada indikasi buat kerusuhan. Seperti biasa mereka ada dugaan mau buat kerusuhan makanya kita amankan dan periksa," pungkasnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian sudah mengamankan sebanyak 15 mahasiswa asal Papua yang berunjuk rasa di kawasan Monas, tepatnya di depan Kedubes Amerika Serikat.

Berbeda dengan Anarko, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan kelima belas mahasiswa asal Papua ditahan lantaran tidak memberitahukan kepada pihak polisi sebelumnya bahwa akan berunjuk rasa.

"Karena tidak sesuai aturan yang semestinya sesuai UU Nomor 9 Tentang menyampaikan pendapat di muka umum. Seharusnya kelompok ini memberitahukan kepada polisi untuk melakukan kegiatan penyampaian pendapat atau demo," ujarnya kepada Wartawan pada Sabtu (1/5/2021).

Baca juga: Polisi Amankan 30 Massa PMKRI saat May Day

Baca juga: Polisi Amankan 15 Mahasiswa Papua Saat Unjuk Rasa Hari Buruh di Monas

Baca juga: PO di Terminal Pulo Gebang Mulai Naikkan Tiket Keberangkatan, Lonjakan Harganya Hingga 50 Persen

Belasan mahasiswa itu dibawa menuju Polda Metro Jaya.

Mereka akan diberikan edukasi terkait prosedur menyampaikan pendapat di muka umum.

"Sekarang dibawa ke kantor PMJ untuk kita data kemudian nanti kita edukasi. Seperti apa sih melakukan kegiatan unjuk rasa," lanjutnya.

Setelah diedukasi, kelima belas mahasiswa Papua ini akan dipulangkan.
 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved