Ramadan 2021
Pedagang Sayur Ini Bersikeras Tetap Mudik Demi Tuntaskan Rindu Bertemu Anak dan Istri
Pria 50 tahun itu tengah menunggu kedatangan busnya di terminal bayangan Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Duduk di warung yang sedang tutup, Jafar terus memegangi secarik tiket bus di tangannya.
Senin siang (3/5/2021), matahari sedang bersahabat, panasnya tidak terlalu terik. Kacamata hitam hanya diselipkan di saku depan.
Tas selempang besar dan kardus kecil berada di sampingnya tak lepas dari jangkauan.
Pria 50 tahun itu tengah menunggu kedatangan busnya di terminal bayangan Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan.
Pedagang sayur di Pasar Cimanggis itu hendak mudik ke Pati, Jawa Tengah, bertemu keluarga tercinta.
"Iya mau mudik ini," kata Jafar sambil tersenyum.
Jafar mengaku sengaja pulang kampung hari ini sebelum masuk tanggal yang dilarang pemerintah 6-17 Mei 2021.
Ia tidak masalah jika harus berhenti berdagang lebih lama dan menikmati hari-hari di kampung.
"Ya katanya tanggal 6 Mei setop. Iya dari pada enggak boleh kan," ujarnya.
Baginya, yang utama adalah bertemu anak dan istri, keluarga.
Setahun di perantauan terlalu lama bagi Jafar menahan rindu tidak bercengkerama dengan tiga anaknya.
Setidaknya, satu tahun sekali ia harus pulang.
"Di sini kan lama Pak, mau ketemu keluarga di kampung. Lebaran setahun sekali kan, jadi bagaimana caranya harus mudik," kata Jafar.
Bahkan, tahun lalu, saat pandemi Covid-19 tengah mengganas, Jafar tetap nekat mudik.
Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Kapolres Jakarta Selatan Ingatkan Masyarakat Patuhi Larangan Mudik