Breaking News:

THR Tak Kunjung Dibayar Perusahaan, Segera Laporkan ke Posko Pengaduan di Jakarta Utara

Pemkot Jakarta Utara membuka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) di lantai dasar kantor Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi

Dok. Sudin Nakertrans-E Jakarta Utara
Posko Pengaduan THR di kantor Sudin Nakertrans-E Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Pemerintah Kota Jakarta Utara membuka posko pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) di lantai dasar kantor Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertrans-E) Jakarta Utara

Posko ini melayani aduan pegawai swasta yang tak kunjung menerima hak THR dari perusahannya.

Kasudin Nakertrans-E Jakarta Utara Gatot Subroto Widagdo mengatakan, posko tersebut sudah beroperasi sejak Senin (3/5/2021) kemarin.

"Menindaklanjuti aturan yang berlaku maka posko pengaduan THR sudah kami operasikan. Posko ada di lantai dasar kantor kami," kata Gatot, Selasa (4/5/2021).

Pegawai swasta dapat mengadukan perusahaannya apabila tak kunjung membayar THR menjelang Idulfitri 1442 Hijriah.

Ilustrasi rupiah
Ilustrasi rupiah (Kompas.com/Nurwahidah)

Pengaduan juga bisa melalui aplikasi Citizen Relation Management (CRM) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Yakni melalui sambungan telepon 021 43932519 atau melalui aplikasi WhatsApp 081213140160 dan 081288718871," ucap Gatot.

Apabila aduan tersebut dinilai valid, maka petugas dari Sudin Nakertrans-E Jakarta Utara akan menindaklanjutinya.

Baca juga: Gelap Mata Demi Belikan Sang Kekasih Handphone, Pria Ini Beraksi di 6 Tempat Mencuri Tabung Elpiji

Baca juga: Bolehkah Kita Memberikan Zakat Kepada Saudara atau Kerabat? Ini Kata Buya Yahya

Baca juga: Simak Tips Makan Sehat saat Hari Raya Idul Fitri, Kurangi Konsumsi 5 Makanan Ini

Misalnya dengan peninjauan untuk menemui petinggi atau pemilik perusahaan tersebut.

"Setelah mengadukan laporan, maka petugas akan mendatangi perusahaan tersebut untuk meminta klarifikasi sekaligus memediasi duduk perkara persoalan yang terjadi di perusahaan tersebut," kata Gatot.

Gatot menyebut, tak sedikit perusahaan mengalami penurunan penghasilan akibat pandemi Covid-19.

Namun, kondisi itu tak bisa dijadikan sebagai alasan perusahaan tak membayarkan THR bagi pegawai karena bisa membayarkannya sampai tenggang waktu H-1 Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

"Sebelum pandemi memang biasanya THR dibayarkan pada H-10 atau H-7 Hari Raya Idul Fitri. Tapi dengan adanya pandemi, pemerintah memberikan kebijakan pembayaran THR bisa mencapai H-1 hari raya," tutupnya.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved