Sidang Rizieq Shihab

Jaksa Keberatan Eks Ketum FPI Jadi Saksi Sidang Kerumunan Rizieq Shihab di Megamendung

Jaksa Penuntut Umum (JPU) keberatan atas kehadiran eks Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Sabri Lubis di sidang kasus pelanggaran protokol kesehatan

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Bima Putra
Eks Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Sabri Lubis saat dihadirkan sebagai saksi di sidang pelanggaran protokol kesehatan Rizieq Shihab, Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (6/5/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) keberatan atas kehadiran eks Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Sabri Lubis di sidang kasus pelanggaran protokol kesehatan Rizieq Shihab.

Alasannya Sabri Lubis yang merupakan saksi a de charge atau saksi meringankan dari tim kuasa hukum Rizieq merupakan terdakwa dalam kasus kerumunan warga di Petamburan, Jakarta Pusat.

Keberatan ini disampaikan JPU sebelum Sabri Lubis yang kini ditahan di Rutan Bareskrim Polri sebagaimana Rizieq diambil sumpah memberi keterangan sebagai saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

"Ada hubungan emosional dengan terdakwa (Rizieq). Maka mohon Majelis, kami keberatan dengan saksi a de charge yang dihadirkan," kata anggota JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (6/5/2021).

Menurut JPU dalam kitab hukum acara pidana (KUHAP) diatur bahwa saksi di persidangan seharusnya tidak memiliki kepentingan terkait perkara hukum dia dihadirkan jadi saksi.

Atas alasan itu mereka menolak kehadiran Sabri yang dihadirkan jadi saksi dalam kasus kerumunan warga di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah, Megamendung, Bogor.

"Untuk saksi yang statusnya sebagai terdakwa, mohon maaf saksi itu kami tolak Majelis dan keberatan. Apabila ada kepentingan maka itu tidaklah elok apabila dihadirkan sebagai saksi. Kecuali saksi mahkota diperkenankan dalam KUHAP," ujarnya.

Baca juga: Hakim Bakal Kaji Permohonan Penangguhan Penahanan Rizieq Shihab

Mendengar pernyataan keberatan JPU, Majelis Hakim yang diketuai Suparman Nyompa lalu bertanya kepada tim kuasa hukum Rizieq tanggapan atas keberatan kehadiran Sabri jadi saksi.

Tim kuasa hukum Rizieq yang juga mewakili Sabri sebagai terdakwa di kasus kerumunan Petamburan, Jakarta Pusat lalu membantah keberatan JPU, menurut mereka saksi sudah sesuai.

Setelah mendengar pendapat pihak JPU dan tim kuasa hukum Rizieq, Majelis Hakim lalu menimbang bahwa keberatan disampaikan JPU terkait Sabri jadi saksi tidak berdasar aturan.

"Setelah kami bermusyawarah bahwa kalau kita mengacu kepada KUHAP ini tidak ada larangan, dalam KUHAP. Tidak ada larangan karena sebagaimana disampaikan tim kuasa hukum ini berkas perkaranya berbeda," tutur Suparman.

Perbedaan berkas dimaksud yakni berkas perkara nomor 226 untuk Rizieq dalam kasus kerumunan warga saat dia datang ke Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah Megamendung Bogor.

Baca juga: Syarat Penangguhan Penahanan yang Harus Dipenuhi Kubu Rizieq Shihab

Sementara Sabri jadi terdakwa dan ditahan dalam berkas perkara nomor 222 bersama Haris Ubaidillah, Ali Alwi Alatas, Idrus Al Habsyi, dan Maman Suryadi kasus kerumunan warga di Petamburan.

"Jadi kita melihat di situ tidak ada larangan untuk bersaksi karena dia (Sabri) di perkara nomor 222, sekarang khusus perkara nomor 226. Enggak apa dicatat keberatan di berita acara, keberatan dari JPU," lanjut Suparman.

Baca juga: Lanjutan Sidang Kasus Kerumunan Hari Ini, Rizieq Shihab Akan Bawa 6 Saksi Ahli

Mendengar pernyataan Majelis Hakim, JPU akhirnya setuju Sabri memberi keterangan sebagai saksi dalam kasus kerumunan Megamendung di mana Rizieq merupakan terdakwa tunggal.

Dalam kasus ini Rizieq didakwa melanggar protokol kesehatan karena terjadi kerumunan warga saat Rizieq datang ke Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah pada 13 November 2020.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved