Sate Ayam Beracun

TERKUAK Masa Lalu Nani Pengirim Sate Beracun, 7 Tahun Lalu Pamit Kerja ke Bantul, Kini Berujung Bui

Terkuak masa lalu Nani Apriliani Nurjaman (25), pengirim sate beracun yang menewaskan anak pengemudi ojek online.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Siti Nawiroh
delicious.com.au dan Kompas/MARKUS YUWONO
Masa lalu Nani Apriliani, pengirim sate beracun di Bantul yang menewaskan anak pengemudi ojek online. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Terkuak masa lalu Nani Apriliani Nurjaman (25), pengirim sate beracun yang menewaskan anak pengemudi ojek online.

Korban berinisial NF (10), warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta meninggal karena menyantap sate yang dibawa ayahnya, Bandiman.

Bandiman mendapatkan sate itu dari Nani Apriliani Nurjaman, warga Majalengka, Jawa Barat.

Akibat perbuatannya saat ini Nani Apriliani Nurjaman telah diamankan pihak kepolisian.

Ia terancam hukuman mati.

Dilansir dari TribunJabar (grup TribunJakarta), Kepala Dusun Sukaasih, Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah, Rendy Riana yang mewakili pihak keluarga Nani menuturkan harapannya agar hukuman diringankan.

Baca juga: Kamu Vegetarian? Yuk Coba Menu Nabati Plant-Based Whopper

"Saya mewakili pihak keluarga berharap kepada keluarga korban agar ada kebaikan unutk sedikit meringankan hukuman, memang tak dipungkiri kalau Nani ini memang salah," papar Rendy.

Rendy menyatakan, ayah Nani Apriliani, Maman (45) langsung syok berat bahkan menangis saat mengetahui ancaman hukuman yang menjerat anaknya.

"Ayahnya ini syok banget, sampai sekarang juga dia masih syok, makanya saya yang mewakili keluarga untuk bicara," jelas Rendy.

Dikatakan Rendy, ayah Nani sebenarnya telah berencana ke Bantul setelah lebaran nanti. Saat ini ia tak bisa pergi karena adanya larangan pemerintah.

"Tapi Pak Maman memang rencananya mau ke Jogja setelah lebaran nanti," imbuh Rendy.

Baca juga: Nisya Ahmad Syukuran Rumah Baru, Andika Rosadi Ungkap Sederet Fasilitas Mewah: Alhamdulillah

Adapun Maman, ayah Nani Apriliani sempat bersedia diwawancara awak media pada Senin (3/5/2021).

Saat itu Maman menjelaskan, anaknya merupakan sosok baik dan pendiam karena sering berada di rumah.

viral foto Nani pengirim sate sianida pakai daster (Ist)
viral foto Nani pengirim sate sianida pakai daster (Ist) (ISTIMEWA)

"Suka pulang ke rumah, kelakuan di rumah pendiam, jarang cerita apapun, terutama asmara juga tidak," jelas Maman.

Maman lantas menceritakan masa lalu Nani yang merantau ke Bantul.

7 tahun lalu, Nani pamit bekerja ke Bantul, Yogyakarta sebagai pedagang oleh temannya.

Baca juga: 6 Cara Bijak Kelola THR demi Tujuan Keuanganmu Cepat Terwujud!

"Kalau tidak salah tahun 2014, ia berangkat kerja ke Bantul. Setelah lulus SMP, pulang setiap lebaran tetapi sebelum puasa (kemarin), dia sempat pulang juga," imbuh Maman.

Kini Maman hanya pasrah atas ancaman hukuman mati yang menjerat Nani Apriliani Nurjaman.

Maman berharap ada keringanan hukuman untuk anaknya itu.

FOLLOW JUGA:

Pelaku Menyesal

Pengirim sate beracun, Nani Aprilia Nurjaman mengaku menyesal karena aksinya salah sasaran dan menyebabkan orang lain yakni Naba Faiz Prasetya (10) anak dari Bandiman pengemudi ojek online, meninggal.

Apalagi, aksinya tersebut viral di media.

"Iya adalah omongan sepintas seperti itu (menyesal), cukup goyah ketika terjadi viral di media," kata Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021).

Dikatakan Burkan, Nani mengakui, namun ia gelisah menyebabkan komunikasinya belum baik.

Baca juga: Mengenal Senyawa Kalium Sianida Silent Killer dalam Sate Beracun yang Tewaskan Bocah di Bantul

"Ini introvert banget (tersangka) tidak semudah yang anda bayangkan. Jadi awalnya saya mengira sesimpel itu tapi agak tertutup," kata Burkan.

Burkan menjelaskan, bahan kimia dipesan melalui aplikasi online cukup lama.

Setelah datang dicampurkan ke bumbu sate pada hari Minggu (25/4/2021).

Nani, pengirim sate beracun sempat kunjungi orangtuanya di Majalengka. Begini sifat aslinya.
Nani, pengirim sate beracun sempat kunjungi orangtuanya di Majalengka. Begini sifat aslinya. (delicious.com.au dan Kompas/MARKUS YUWONO)

"Dari peristiwa ini kami simpulkan bahwa sebenarnya, peristiwa ini sudah dirancang tidak saat itu. Tetapi sudah dirancang beberapa hari maupun beberapa minggu sebelumnya."

"Karena pemesanan KCN ini sudah dari kira-kira tiga bulan yang lalu," kata Burkan.

Dijelaskannya, aksi yang sudah direncanakan terlihat dari pelaku yang berganti motor, memakai jilbab padahal keseharian tidak mengenakan, hingga membuang jaket.

Baca juga: Terungkap Ciri-ciri Pria yang Bakar Eva Seorang Perawat di Malang, Korban Alami Luka Serius

"Dia berganti motor, dia yang tidak biasanya berjilbab hari itu berjilbab. Membuang jaket, jaket yang dipersiapkan," kata dia

Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi mengatakan, T merupakan pelanggan Nani yang bekerja di sebuah salon.

"Bahwa tersangka adalah pegawai sebuah salon dan memiliki beberapa pelanggan," kata Ngadi dalam rilisnya Senin (3/5/2021).

Dijelaskannya dari beberapa pelanggan salon, ada salah satu pelanggan berinisial R yang menyukai tersangka. Tetapi, cintanya bertepuk sebelah tangan, Nani memilih T.

Namun, setiap Nani dan T memiliki masalah, dia bercerita kepada R.

Kemudian, R menyarankan untuk memberikan pelajaran kepada T yakni memberikan KCN atau kalium sianida yang dicampur dengan makan dikirimkan kepada T.

Menurut R kepada Nani, efeknya hanya muntah dan diaere.

Baca juga: Hubungan Nani Pengirim Sate Beracun dengan Aiptu Tomi Bukan Nikah Siri, Sosok Ini Kini Dicari Polisi

"Akhirnya tersangka pun mengikuti anjuran pelanggan inisial R dengan cara membeli (KCN) secara online," kata Ngadi.

KCN tersebut dicampurkan dalam bumbu makanan sate ayan yang sudah dibeli sebelumnya oleh tersangka.

Ketika hendak memberikan makanan tersebut kepada pelanggan berinisial T, tersangka juga mendapatkan anjuran dari R agar dikirimkan melalui ojek online.

Namun, tanpa aplikasi agar tidak diketahui siapa yang mengirim.

"Tersangka mengikuti saran tesebut," kata Ngadi. (tribunjakarta/tribunjabar/tribunjogja)

Artikel ini diintisarikan dari Ayah Pengirim Sate Beracun Syok Tahu Anak Terancam Hukuman Mati, Ingin ke Bantul Tapi Terkendala Ini

Kepada Polisi, NA Mengaku Menyesal Paket Sate Maut Merenggut Nyawa Orang Lain
 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved