Breaking News:

Pemahaman Konsep Dasar Jadi Tantangan Utama Belajar dari Dulu hingga Kini

 Sulitnya memahami konsep dasar menjadi tantangan bagi siswa dan orangtua saat menjalani pembelajaran di tengah Pandemi Covid-19. 

Editor: Kurniawati Hasjanah
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Suasana uji coba belajar tatap muka di SMKN 66 Jakarta untuk kelas 10, Jumat (9/4/2021) 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sulitnya memahami konsep dasar menjadi tantangan bagi siswa dan orangtua saat menjalani pembelajaran di tengah Pandemi Covid-19. 

Tak cuma itu, terdapat pula terbatasnya dukungan dan fasilitas tenaga pengajar. 

Hal ini berdasarkan hasil focus group discussion yang dilakukan Zenius bersama siswa, orangtua dan guru. 

“Saya kadang masih kurang paham akan konsep dasar suatu materi sehingga ketika bertemu dengan soal-soal UTBK atau ujian lainnya, kita tidak tahu bagaimana cara menjawabnya,” kata Nirmala, siswa kelas 12.

Adapun orang tua siswa, Dewi Murtiningsih juga menyampaikan bahwa dia menghadapi tantangan yang sama ketika di sekolah dulu. Seringkali pemahaman dasar dia kesampingkan agar bisa fokus pada cara cepat untuk menyelesaikan ujian.

“Jika saya bisa kembali ke bangku sekolah, saya akan berusaha untuk mencicil belajar daripada menggunakan sistem kebut semalam. Sistem tersebut hanya untuk ujian tapi tidak membuat saya mengerti kenapa jawabannya harus demikian,” ucapnya.

Baca juga: Cara Membuat Kartu Ucapan Selamat Idul Fitri 1442 H, Bikin Kreasi Unik untuk Lebaran

Co-Founder dan Chief Education Officer Sabda PS melihat masalah belajar yang sudah berkepanjangan ini dapat ditangani lewat cara belajar yang menekankan pada pemahaman dasar materi, tapi diterapkan secara adaptif sesuai dengan tingkat pemahaman siswa.

“Kita perlu akui dulu bahwa tingkat pemahaman siswa itu berbeda satu sama lain. Jika kita sebagai guru memaksakan tingkat pelajaran yang sama di waktu bersamaan pada semua siswa di kelas padahal sudah ada siswa yang tertinggal pemahamannya, tentu mereka yang tertinggal akan kesulitan menangkap materi apalagi menghadapi ujian,” ujar Sabda.

Survei Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2018 menunjukkan Indonesia berada di urutan terendah di tingkat global.

Sabda menekankan salah satu alasan rendahnya peringkat PISA Indonesia ialah penilaian di sekolah hanya berfokus pada topik spesifik dan siswa sekadar menghafal materi, bukan menekankan pada kemampuan dasar siswa dalam berpikir kritis (fundamental skills). 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved