Duit Tak Kunjung Cair, Nasabah Tabungan Paket Lebaran di Bekasi Rugi Hingga Ratusan Juta

Nasabah tabungan paket lebaran di Bekasi rugi hingga ratusan juta, hal ini menyusul uang yang tak kunjung cair.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Sejumlah nasabah mendatangi rumah HH, tersangka dugaan penipuan tabungan paket lebaran di Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Nasabah tabungan paket lebaran di Bekasi rugi hingga ratusan juta, hal ini menyusul uang yang tak kunjung cair diduga digelapkan operator tabungan.

Nanda (21) salah satu nasabah mengatakan, sistem tabungan paket lebaran ini sejatinya sama saja seperti tabungan pada umumnya.

"Jadi nabung setahun (11 bulan), nanti pas mau lebaran baru bisa diambil uang sama paket sembako," kata Nanda saat dikonfirmasi, Minggu (9/5/2021).

Untuk besar tabungan bervariasi, ada yang berupa harian dengan setoran uang Rp3.000 hingga Rp5.000 per hari.

Setoran uang dilakukan secara berjenjang, HH selaku operator tabungan membuat sistem koordinasi per nasabah.

"Jadi kalau kaya aku nyetor ke koordinator, dari koordinator nanti baru diserahkan ke pusatnya (HH)," ucapnya.

Sejumlah nasabah mendatangi rumah HH, tersngka dugaan penipuan tabungan paket lebaran di Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Sejumlah nasabah mendatangi rumah HH, tersngka dugaan penipuan tabungan paket lebaran di Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. (ISTIMEWA)

Baca juga: Ditipu Operator Tabungan Peket Lebaran di Bekasi, Nasabah Sempat Gerduduk Rumah Tersangka

Menurut Nanda, kerugian tiap koordinator cukup besar hingga mencapai ratusan juta. Sebab, satu orang koordinator bisa membawahi puluhan orang.

Kerugian dari setiap koordinator nasabah diperkirakan di angka Rp13 juta hingga paling besar menyentuh Rp101 juta.

"Kalau saya ikut udah tiga kali sama tahun ini, waktu kemarin dua tahun terkahir lancar-lancar aja, tahun ini saya ikut sama kakak-kakak saya," ucapnya.

Adapun bisnis jasa operator tabungan paket lebaran sudah dijalankan tersangka HH sejak enam tahun terakhir.

- Bikin Laporan Palsu Uang Nasabah Digondol Maling

Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan, pelaku HH sudah diamankan pihak kepolisian atas dugaan penipuan.

"Sudah diamankan untuk tersangka (HH), tapi kami masih akan terus dalami sementara indikasinya ke penipuan," kata Erna, Minggu (9/5/2021).

Dia juga membenarkan bahwa, tersangka sempat membuat laporan palsu tentang kehilangan uang senilai Rp950.750.000.

Laporan tersebut lanjut dia, dilayangkan HH pada, Selasa (4/5/2021), nomor LP/1208/K/V/2021/SPKT/Restro Bekasi Kota pukul 19.37 WIB.

Namun setelah proses penyelidikan, tidak ada indikasi pencurian. Sebab, tidak ada bukti yang dapat memperkuat dugaan aksi kejahatan tersebut.

"Kami lakukan penyelidikan tetapi tidak ada fakta pembuktian," ucap Erna.

Tersangka HH ditahan setelah nasabah tabungan paket lebaran melapor ke Polsek Bekasi Timur terkait dugaan penipuan.

"Sampai saat ini kasus masih kita dalami, sejauh ini tersangka sudah kami tahan dan kami kembangkan untuk indikasi tersangka lain," terang Erna.

Digeruduk Nasabah

Aksi dugaan penipuan dilakukan operator tabungan paket lebaran berinisial HH di Bekasi, uang ratusan juta milik nasabahnya tak kunjung cair hingga mengundang kemarahan.

Nanda (21) salah satu nasabah menceritakan, ia dan para korban lain yang merasa dirugikan sempat menggeruduk rumah HH di daerah Arenjaya, Bekasi Timur, Selasa (4/5/2021).

"Waktu itu dengarnya kalau uang tabungan kemalingan, jadi kita mau memastikan aja datang ke rumahnya," kata Nanda saat dikonfirmasi, Minggu (9/5/2021).

Para nasabah yang merasa dirugikan datang menjelang waktu berbuka, mereka berhasil menemui HH pada saat itu.

Sang operator sekaligus tabungan paket lebaran ini berusaha menjelaskan ke para nasabahnya kalau ia baru saja kemalingan.

Bahkan untuk memperkuat ucapannya, HH mengantongi bukti laporan polisi terkait pencurian yang dia alami sebesar Rp950 juta.

"Jadi tabungan selama setahun, pas lebaran uang sama paket sembako baru bisa diambil, saya udah tahun ketiga ikut (tabungan)," kata Nanda.

Namun lanjut dia, para nasabah tidak begitu percaya seutuhnya. Sebab, mereka menilai kejadian kehilangan uang berlangsung satu hari sebelum tanggal dibagikan paket serta uang tabungan.

"Janjinya pertama tanggal 2 Mei bibagikan, terus mundur tanggal 5 Mei jadinya," ucapnya.

Nasabah yang mendatangi rumah HH juga telah meminta agar, ditunjukkan rekening tansaksi tempat menyimpan uang tabungan.

Namun, HH tidak mau menunjukkan ke nasabahnya. Dia cenderung tertutup dalam mengelola uang tabungan yang dia jalankan dengan total nasabah mencapai ratusan orang.

Selain itu, nasabah yang kesal tutur memeriksa rekaman CCTV di rumah HH dan area sekitar rumahnya tepat pada tanggal kejadian pencurian uang.

Lagi-lagi, kecurigaan justru malah muncul di benak para nasabah yang pada saat itu meminta penjelasan terkait uang tabungan yang kabarnya ditilep (curi) maling.

"Dari situ aja udah aneh, makanya kita datangi langsung, terusnya dia (HH) minta supaya yang belum lunasin tabungan bulan terkahir harus lunasin dulu baru bisa cair," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved