Sisi Lain Metropolitan
Kenalkan Penggali Kubur Berbadan Atletis dari Bekasi, Punya Perut Six Pack dan Jago Bola
Sekilas penampilan Bahrudin (32), tukang gali kubur di Taman Pemakaman Umum (TPU) Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, MUSTIKAJAYA - Sekilas penampilan Bahrudin (32), tukang gali kubur di Taman Pemakaman Umum (TPU) Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi memang biasa saja.
Pakaiannya dekil penuh noda tanah merah, bertelanjang kaki tanpa alas, melangkah dengan sederhana menyusuri komplek pemakaman.
Siang itu, Bahrudin baru saja merampungkan dua galian liang kubur untuk persiapan pemulasaraan jenazah.
Selain rampung menggali dua makam, ia mengaku baru saja menyelesaikan proses pemakamanan jenzah Covid-19 yang dikirim salah satu rumah sakit di Bekasi.
Pria asli Padurenan ini berbicara dengan logat Betawi ora khas Bekasi, dia memang benar-benar tampak sederhana.
Baca juga: Cerita Tukang Gali Kubur di TPU Perwira Bekasi, Pernah Digigit Ular Kobra hingga Tangan Membusuk
Baca juga: Wagub DKI Ariza Minta Masyarakat Tidak Melakukan Tradisi Ziarah Kubur Jelang Idul Fitri
Namun, pembawaan sederhana itu perlahan akan teralihkan ketika, ayah dua orang anak ini mulai memegang cangkul di genggamnya.
Di balik pakaian dekilnya, Bahrudin memiliki badan ateltis bak model saat beraksi menggali kubur sambil bertelanjang dada.
Lengannya kekar, genggamannya erat. Ditambah kulit sawo matang, menambahkan kesan pria macho ada pada diri Bahrudin.
Tiap hentakan cangkul yang menyentuh tanah, otot-otot Bahrudin terlihat jelas.
Mulai dari lengan, punggung dan tidak kalah menarik pada bagian perutnya.
Bahrudin si tukang gali kubur memiliki perut berbentuk sempurna atau (sixpact), bagian tubuh yang banyak pria di luar sana idam-idamkan.
Tidak sedikit, pria yang mengidam-idamkan bentuk perut sempurna tanpa lemak, rela latihan rutin di pusat kebugaran.
"Nama saya Bahrudin, panggilannya Bigon atau buluk, umurnya saya lahir 1989 kira-kira 32 tahunan," kata Bahrudin saat mengenalkan diri di TPU Padurenan Bekasi.
Bahrudin mengaku baru sekitar dua tahun bekerja sebagai tukang gali kubur, sebelumnya, dia bekerja sebagai buruh kasar di beberapa perusahaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/bahrudin-tukang-gali-kubur-atletis-4.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/bahrudin-tukang-gali-kubur-atletis-3.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/bahrudin-tukang-gali-kubur-atletis-2.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/bahrudin-tukang-gali-kubur-atletis-1.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/bahrudin-tukang-gali-kubur-atletis.jpg)