Breaking News:

Dishub DKI Jakarta Batasi Jam Operasional Angkutan Umum Selama Masa Libur Lebaran

Dinas Perhubungan DKI Jakarta memberlakukan pembatasan jam operasional sarana transportasi umum selama masa libur Lebaran.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Suasana di depo MRT Lebak Bulus saat uji coba publik, Selasa (12/3/2019) - Dinas Perhubungan DKI Jakarta memberlakukan pembatasan jam operasional sarana transportasi umum selama masa libur Lebaran. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Dinas Perhubungan DKI Jakarta memberlakukan pembatasan jam operasional sarana transportasi umum selama masa libur Lebaran.

Pengaturan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta nomor 190 tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Sebagai Upaya Pencegahan Covid-19 Pada Masa Libur Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Dalam SK tersebut dituliskan, bahwa pembatasan kapasitas angkut bagi pengguna moda transportasi untuk pergerakan orang dan barang dilakukan dengan jumlah orang maksimal 50% dari kapasitas angkut seriap jenis sarana.

Untuk angkutan umum seperti Transjakarta, angkutan umum reguler, serta Moda Raya Terpadu (MRT) dibatasi jam operasionalnya mulai pukul 5.00 WIB hingga 21.30 WIB.

Sementara untuk Lintas Raya Terpadu (LRT) diperpolehkan beroperasi mulai pukul 5.30 WIB hingga 21.30 WIB.

Suasana penumpang Transjakarta di shalter Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (17/10/2019)
Suasana penumpang Transjakarta di shalter Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (17/10/2019) (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Untuk angkutan perairan, boleh beroperasi pukul 5.00 WIB hingga 18.00 WIB, AMARI dan angkutan tenaga kesehatan Transjakarta hanya beroperasi pukul 21.30 WIB hingga 23.00 WIB.

Sedangkan untuk KRL Jabodetabek beroperasi sesuai dengan pola operasional yang diterapkan KRL.

Selain itu, dalam SK tersebut juga diatur mengenai perlindungan terhadap penumpang, awak, dan sarana transportasi di tengah pandemi covid-19.

Baca juga: Melihat Proses Penyekatan di Kedungwaringin Perbatasan Bekasi-Karawang, Ratusan Personel Disiagakan

Baca juga: Hakim Peringatkan Kubu Rizieq Shihab, Tim Kuasa Hukum Diminta Ikuti Jadwal Sidang

Baca juga: Kisah Serli, Jual Jasa Penukaran Uang di Jalan TB Simatupang, Cilandak: Tahun Ini Lebih Sepi

Pihak operator transportasi memiliki tanggung jawab untuk menyediakan hand sanitizer yang dapat digunakan oleh penumpang, menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) sekurang-kurangnya berupa masker bagi pegawai dan awak sarana transportasi, serta melakukan kegiatan disinfeksi sebelum dan sesudah beroperasi.

"Keputusan ini mulai berlaku dari tanggal 12 Mei 2021 sampai dengan 16 Mei 2021," tulis Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo dalam SK yang diteken tanggal 11 Mei 2021 tersebut.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved