Breaking News:

Menteri Perhubungan Sambangi Bandara Soekarno-Hatta, Pantau Pelarangan Mudik

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi melakukan pemantauan di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (11/5/2021).

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi melakukan pemantauan di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (11/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi melakukan pemantauan di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (11/5/2021).

Pemantauan dilakukan saat hari keenam peniadaan mudik sejak tanggal 6 Mei sampai 17 Mei 2021.

Budi langsung memantau Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta didampingi Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin.

Pertama, Budi meninjau pelayanan posko untuk mengecek dokumen calon penumpang yang dikecualikan boleh menumpang pesawat semasa pelarangan mudik tersebut.

Tak luput, Budi juga menanyakan seorang penumpang yang akan berangkat ke Singapura untuk berkuliah di sana.

"Kami memastikan bahwa pergerakan di Bandara Soekarno-Hatta ini tetap ada pelayanan. Meski ada peniadaan mudik, kita tetap memberi kesempatan pergerakan kepada mereka yang dikecualikan," jelas Budi.

Baca juga: 9 TPU di Jakarta Utara Ditutup Sementara Selama Momen Idulfitri 1442 Hijriah

Baca juga: Pasien Covid-19 di RLC Tangsel Tetap Berpuasa, Dokter Sebut Mampu Bantu Kesembuhan

Baca juga: Polisi Kewalahan Adang Pemudik di Perbatasan Bekasi - Karawang, Ribuan Pemotor Lolos Penyekatan

Kendati demikian, dirinya menekankan, para operator bandara dan juga Satgas Penanggulangan Covid-19, untuk tidak lengah dalam pemeriksaan dokumen izin terbang milik calon penumpang.

Baik itu dari unsur PT Angkasa Pura II, KKP, Imigrasi ataupun maskapai seperti Garuda Indonesia dan Citilink.

"Kepada Satgas dan stakeholder terkait, agar Protokol Kesehatan dan SOP yang sudah ditetapkan, baik itu untuk mereka yang akan terbang ataupun tiba dan dikarantina, untuk dijalankan secara ketat," ujar Budi.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved