Pemudik Nekat Lintasi Jalur Tikus yang Jalannya Gelap dan Berbatu Demi Hindari Pos Penyekatan
Jalan yang dilalui tidaklah mudah, selain jalanan perkampungan, para pemudik juga harus melintasi jalur gelap di tengah persawahan jalanan juga licin
Terlihat suasana jalur tikus tersebut sangat ramai ditontoni warga sekitar, bahkan beberapa sudut gang menyediakan pengeras suara khusus untuk memberi petunjuk pemotor yang melintas sekaligus mendoakan serta memberikan semangat bagi para pemudik, tak jarang di setiap pagar maupun pos ronda yang dilintasi dihiasi poster-poster yang bertuliskan dukungan bagi para pemudik.
Keadaan tersebut diungkap IF, warga ingin membantu sesama saudaranya yang saat ini sedang melakukan perjalanan mudik, "Mereka itu datang dari jauh mungkin sudah berjam-jam dari Jakarta dari Bekasi sudah sejauh ini harus putar balik kasihan mereka kami pernah merasakan suka duka perjalanan mudik," kata dia.
Kendati demikian dijelaskan IF, warga berbuat seperti bukan karena tidak mendukung kebijakan larangan mudik dari pemerintah.
"Kami bukannya tidak mendukung keputusan pemerintah, hanya sebagai sesama muslim kami punya rasa iba, kasihan aja soalnya saya kalau dalam posisi mereka pasti akan merasakan kesulitan yang sama," pungkasnya.
Baca juga: Pemudik Dipalak Rp 10 Ribu untuk Dapat Melintas di Jalur Tikus di Karawang
Baca juga: Adik Kenang Sosok Sapri Pantun, Rencana Jadi Calon Ketua RW Namun Kini Pupus: Bajunya Udah Jadi
Baca juga: Hasil Liga Spanyol - Barcelona Gagal Menang, Gelar Juara Semakin Menjauh?
Dipalak Rp 10 ribu
Dua orang diamankan Polres Karawang karena diduga menprovokasi pemudik sepeda motor saat melakukan penyekatan di Pos Penyekatan Tanjungpura.
Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Oliestha Ageng Wicaksana mengatakan, pelaku pertama adalah warga Purawakarta asal Bekasi.
Ia mencoba memprovokasi pemudik untuk melawan arus lalu lintas.
Selain itu ia juga menghalangi pengguna jalan lain untuk melintas dan menyebabkan kemacetan.
Setelah diamankan dan tes urine, pria tersebut positif mengkonsumsi sabu dan pil exymer.
"Ia mencoba memprovokasi pemudik untuk melawan arus," kata Oliestha kepada Tribun Jabar, Selasa (11/5/2021).
Pria kedua yang diamankan, dikatakan Oliestha, bukan seorang pemudik melainkan warga sekitar.
Ia memaksa pemudik membayar Rp10 ribu untuk melalui jalan tikus dengan menuruni tebing.
Karena membahayakan pemudik, kemudian petugas mencoba menegur pria tersebut.
Tetapi pelaku malah mencoba memprovokasi pemudik untuk menghalangi petugas.
"Namun tidak diindahkan oleh pemudik lain dan pelaku dapat diamankan. Setelah dilakukan pemeriksaan yang bersangkutan dalam pengaruh minuman keras," katanya.