Hari Kedua Lebaran, Banyak Warga di Kota Tangerang Ditolak untuk Ziarah
Hari kedua Lebaran Idul Fitri 1442 H, banyak warga Kota Tangerang yang ditolak masuk ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Selapajang pada Jumat (14/5/2021).
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Hari kedua Lebaran Idul Fitri 1442 H, banyak warga Kota Tangerang yang ditolak masuk ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Selapajang pada Jumat (14/5/2021).
Dari pantauan langsung di lokasi, banyak peziarah yang ditolak masuk oleh petugas untuk berziarah di sana.
Mereka yang menggunakan motor terpaksa langsung memutarbalikan kendaraanya begitu juga yang menggunakan kendaraan roda empat.
Kondisi lalu lintas di depan TPU Selapajang pun sedikit tersendat lantaran banyak kendaraan yang berhenti untuk bertanya kepada petugas.
Tak heran, sebab di depan pintu gerbang TPU tersebut dibarikade dan pintu gerbang digembok oleh petugas.
Sehingga tidak ada celah sama sekali untuk masuk ke sana bahkan untuk pejalan kaki sekalipun.
"Tadi adek saya katanya bisa masuk tapi saya tadi dicegat ditanya mau kemana, pas mau ziarah bilangnya eh malah enggak boleh sama sekali masuk," kata Erny saat ditemui di lokasi.
Katanya, bila mau masuk harus menyertakan surat keterangan dari rt/rw setempat bahwa memang keluarganya dimakamkan di TPU Selapajang.
Namun, Erny mengaku pasrah lantaran tidak bisa masuk untuk berziarah.
"Katanya besok coba pagi aja kata adek saya yang tadi bisa masuk, terus katanya enggak boleh ramean harus satu-satu," sambung Erny.
Namun, saat TribunJakarta diizinkan masuk untuk meliput, banyak terdapat mobil-mobil tampak terparkir di dalam.
Usut punya usut, pemilik mobil tersebut datang bukan untuk ziarah namun untuk menguburkan keluarganya.
Memang, Pemerintah Kota Tangerang melarang untuk berziarah pada masa larangam mudik 6-17 Mei 2021 untuk mengurai kerumunan tapi, warga diperbolehkan masuk ke makam untuk menguburkan keluarga yang meninggal.
"Ini yang masuk bukan ziarah tapi barusan menguburkan keluarganya yang meninggal. Kalau untuk mobil peziarah satu pun enggak ada yang boleh masuk," ujar salah satu petugas yang berjaga.