Breaking News:

Guru Ngaji Cabuli Muridnya di Ruangan Marbot, Korban Diiming-imingi Mukena hingga Uang

Guru ngaji di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi cabuli muridnya sendiri dengan mengiming-imingi dibelikan mukena dan uang Rp.400.000.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Suharno
Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Guru ngaji di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi cabuli muridnya sendiri dengan mengiming-imingi dibelikan mukena dan uang Rp.400.000.

Kanit Reskrim Polsek Setu Iptu Kukuh Setio Utomo mengatakan, korban berinisial SO merupakan anak di bawah umur brusia 15 tahun.

"Korban diiming-imingi, ditanya udah beli mukena belum, kalau belum nanti dibelikan dan dijanjikan diberikan uang Rp400 ribu," kata Kukuh, Selasa (18/5/2021).

Baca juga: Dibangun Tanpa Turap, Jadi Penyebab Bagian Belakang Rumah Warga Pondok Pinang Longsor

Kejadian keji ini berlangsung saat bulan suci Ramadan, tepatnya Selasa 11 Mei 2021 malam. Iming-iming dibelikan muken juga berdekatan dengan momen lebaran. 

Pelaku berjanji membelikan mukena baru untuk korban, dia juga hendak diberikan uang untuk keperluan hari raya.

TONTON JUGA:

Korban dicabuli di ruangan marbot Masjid Al-Hadid Kampung Cinyosong, Desa Burangkeng Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Hubungan korban dengan tersangak merupakan guru ngaji dan murid, mereka saling kenal satu sama lain.

Baca juga: Buruh Ini Ajak Putranya yang Masih TK Unjuk Rasa Bela Palestina di Kedubes AS, Berikut Alasannya

"Korban juga diancam, jadi pelaku ini mengajar ngaji juga, korban muridnya, kalau dia enggak mau melayani dia diancam," tuturnya.

Kasus pencabulan ini terungkap saat kakak korban melapor ke Polsek Setu, dia curiga dengan kondisi adiknya yang tak kunjung pulang hingga larut malam pada saat kejadian.

"Kakaknya nelpon jam 12 malam adiknya enggak pulang-pulang, akhinya adiknya pulang dan langsung ditanya-tanya," ucap Kukuh.

Saat berdiskusi dengan adiknya, sang kakak langsung curiga dan langsunya meminta adiknya jujur apa yang sedang terjadi.

"Kakaknya ini melihat adiknya pulang larut malam, dia ditanya dan malah menangis di situ, kemudian barulah cerita kalau dia dicabuli," terang Kukuh.

Baca juga: Mulai Hari Ini Usai Pelarangan Mudik Berakhir, Simak Aturan Baru Jika Hendak Perjalanan Luar Kota

Pihak kepolisian telah melakukan penangkapan terhadap pelaku, dia dikenakan pasal undang-undang perlindungan anak ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved