Gadis SMP Korban Pelecehan

Sosok Misterius Datang Gedor Pintu Rumah Tengah Malam, Keluarga Pencabulan Anak Anggota DPRD Diteror

Keluarga korban pencabulan yang dilakukan anak anggota DPRD Kota Bekasi mengaku, kerap mendapat intimidasi dan teror.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
D (43), ayah korban pelecehan seksual remaja berinisial PU (15) saat dijumpai di Mapolres Metro Bekasi Kota, Rabu (19/5/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Keluarga korban pencabulan yang dilakukan anak anggota DPRD Kota Bekasi mengaku, kerap mendapat intimidasi dan teror.

Hal ini disampaikan D (43), ayah korban berinisial PU (15), dia mengatakan, bentuk intimidasi diantaranya teror orang tidak dikenal mengetuk pintu rumah di malam hari.

"Sehabis saya menghadirkan saksi-saksi ke polres, kira-kira tanggal 17 April (2021), ada orang tidak dikenal menggunakan motor ketuk pintu rumah tengah malam," kata D, Kamis (15/5/2021).

Orang tidak dikenal itu mengetuk pintu cukup keras, hingga membangunkan anak-anaknya yang ikut merasa terganggu.

"Anak saya juga pada dengar pas ada orang enggak tahu siapa ketuk-ketuk pintu rumah tengah malem," terang dia.

Ilustrasi.
Ilustrasi. (Upi.com)

Curiga orang yang datang ke rumahnya tengah mengetuk pintu begitu keras, D tidak gegabah. Ia sempat melirik dari balik jendela dan memergoki dua orang menggunakan sepeda motor Vario.

"Saya enggak langsung buka, karena memang udah curiga, tapi saya berinisiatif melihat dari jendela, cuma enggak lama orangnya kabur, saya enggak kenal sama sekali," ucapnya.

Baca juga: Sejarah dan Makna Lebaran Ketupat Seminggu Usai Idulfitri yang Dicetuskan Sunan Kalijaga

Baca juga: Momen Pilot Israel Batalkan Serangan Karena Lihat Anak-anak, Perdana Menteri: Lanjutkan Operasi

Baca juga: Berlangsung Link Live Streaming Spain Masters 2021 Kamis 20 Mei 2021, Wakil Indonesia Bertanding

Selain mendapatkan teror secara langsung, intimidasi juga datang dari media sosial. Akun milik D maupun PU kerap dikirim pesan oleh akun tidak dikenal.

"Intimidasi dari awal saya juga sudah terima, mulai intimidasi, ancaman-ancaman," terang dia.

Sebelumnya diberitakan, PU (15), remaja perempuan asal Kota Bekasi yang masih duduk di bangku SMP, diduga menjadi korban pencabulan, kekerasan dan perdagangan manusia oleh seorang pria berinisial AT (21).

AT diketahui merupakan anak seorang Anggota DPRD Kota Bekasi, pelaku melakukan tindakan kejinya di kamar kos daerah Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

Dugaan kasus pencabulan ini dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota oleh orang tua korban berinisial LF (47), pada Senin (12/4/2021) dengan Nomor : LP/971/K/IV/2021/SPKT/Restro Bekasi Kota.

- Pelaku Buron

Polres Metro Bekasi Kota telah menetapkan AT (21), anak anggota DPRD Kota sebagai tersangka kasus pencabulan, kekersan dan perdagangan orang anak di bawah umur.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved