Breaking News:

Akun Instagram yang Posting Video Pembakaran Al-Qur'an Diduga Diretas, Polisi Buru Pelaku

Polisi masih memburu pelaku yang mengunggah video pembakaran Al Quran yang viral di media sosial.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus - Polisi masih memburu pelaku yang mengunggah video pembakaran Al Quran yang viral di media sosial. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polisi masih memburu pelaku yang mengunggah video pembakaran Al Quran yang viral di media sosial.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @farhanah_santoso_2425.

Namun, pemilik akun yang merupakan seorang perempuan berinisial F mengaku tidak pernah membakar Al-Qur'an dan mengunggahnya ke media sosial.

"Kemarin sudah kita temukan akunnya dengan alamat di daerah Jakarta Selatan. Tetapi pada saat dilakukan atau tim datang kediamannya, pada saat itu tidak menemukan yang bersangkutan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Senin (24/5/2021).

Pemilik akun tersebut diketahui beralamat di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Polisi hanya bertemu orangtua dari pemilik akun itu saat mendatangi kediamannya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat melakukan ungkap kasus tujuh WNA India yang lolos karantina setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (28/4/2021).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat melakukan ungkap kasus tujuh WNA India yang lolos karantina setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (28/4/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

"Akhirnya si pemilik akun saudari F datang ke Polres, dilakukan pemeriksaan," ujar Yusri.

Kepada polisi, F menyebut akun Instagram-nya telah diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga: MIRIS, Seorang Anak Bacok hingga Siram Air Panas ke Ibu Kandung, Begini Kondisi Korban Saat Ini

Baca juga: Sepak Terjang Pria Gondrong Pemukul Polisi Saat Razia Masker, Sempat Dibui 6 Bulan Gegara Kasus Ini

Baca juga: Sederet Ucapan Selamat Hari Raya Waisak dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, Cocok Jadi Status Medsos

Terlebih, F mengaku sudah tidak aktif mengoperasikan akunnya sejak Oktober 2020.

"Penyidik masih melakukan pengejaran pelaku, ada indikasi kepada seseorang. Mudah-mudahan kita segera amankan apakah betul keterangan si F ini, betul atau ada pelaku lain yang hack akun yang bersangkutan," tutur Yusri.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved