Cegah Hipertensi Dengan Cek Kesehatan Rutin dan Jalani Pola Hidup Sehat

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan hipertensi termasuk salah satu dari dari 5 penyakit yang paling banyak terjadi di Indonesia.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Erik Sinaga
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi Hipertensi 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi salah satu penyakit yang cukup banyak dialami oleh masyarakat.

Menurut Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, hipertensi termasuk salah satu dari dari 5 penyakit yang paling banyak terjadi di Indonesia. 

Sayangnya, hingga saat ini masih banyak yang belum menyadari tentang bahaya hipertensi.

Oleh sebab itu, Yayasan Jantung Indonesia bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dan didukung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberi edukasi kepada masyarakat tentang cara pencegahan dan pengendalian hipertensi supaya hidup lebih sehat.

"Salah satu major reformation yang akan kami lakukan, adalah bisa mengurangi prevalensi penyakit hipertensi dari hulu ke hilir dengan lebih banyak menitikberatkan di hulu. Kami memprioritaskan untuk mengedukasi masyarakat bagaimana cara menghindari risiko hipertensi, karena mencegah selalu lebih baik daripada mengobati”, kata Budi dikutip dari keterangan pers Yayasan Jantung Indonesia, Senin (24/5/2021).

Hipertensi disebut sebagai silent killer, karena sering terjadi tanpa keluhan sehingga penderita tidak mengetahui dirinya mengalami hipertensi.

Baca juga: Politikus PDIP Sebut Banyak Camat dan Lurah di DKI Rangkap Jabatan Karena Tidak Ada Pejabat

Pada beberapa kasus, hipertensi baru diketahui setelah terjadinya komplikasi. 

Meski penyakit ini merupakan momok di masyarakat, tetapi sebenarnya bisa dicegah dengan rajin memeriksa tekanan darah secara berkala.

Seperti yang digaungkan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Cut Putrie Arianie.

Baca juga: Bau Busuk dari Dalam Ruko di Pondok Aren, Ternyata Mayat Sopir Taksi

"Yang utamanya harus dilakukan adalah meningkatkan awareness masyarakat untuk melakukan deteksi dini secara berkala untuk pencegahan dan mengendalikan hipertensi,"

"Terapkan gaya hidup CERDIK yaitu Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin melakukan aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres”, kata dr. Cut.

Hipertensi yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner tidak hanya menyerang mereka yang sudah lanjut usia saja, tapi juga generasi milenial.

Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Esti Nurjadin menjelaskan, bahwa kenaikan prevalensi penyakit tidak menular ini juga berhubungan erat dengan pola hidup.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved